Zona Bakamla Tengah Bahas Ancaman Geopolitik dan Perang Informasi di Kawasan Indonesia Tengah
Manado (ANTARA) – Zona Tengah Bakamla RI di Manado menggelar kegiatan sharing session pada Kamis (4/6/2026) yang membahas perubahan lanskap geopolitik global dan ancaman non-militer yang semakin berkembang.
Materi dan Narasumber
Sharing session kali ini menghadirkan Dr. Safriady, Pemerhati Isu Strategis dan Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), dengan materi berjudul “Menghadapi Perubahan Geopolitik, Ancaman Keamanan Maritim, dan Operasi Persepsi di Kawasan Strategis Indonesia Tengah.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Zona Bakamla Tengah, Laksma Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP., beserta jajaran perwira di Zona Bakamla Tengah. Zoom Meeting juga memungkinkan sejumlah personil stasiun Zona Bakamla Tengah dari berbagai lokasi untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
Pentingnya Pemahaman Terhadap Geopolitik
Dr. Safriady menekankan bahwa kawasan Indonesia Tengah memiliki posisi strategis dalam keamanan maritim nasional. Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap perkembangan geopolitik, ancaman maritim, dan operasi persepsi di ruang digital sangat penting untuk menjaga ketahanan dan keamanan nasional.
Di dalam diskusi, peserta aktif bertanya dan memberikan pandangan terkait tantangan keamanan di masa mendatang, termasuk dampak media digital, disinformasi, dan persaingan kekuatan global di kawasan maritim Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas intelektual dan profesionalisme personel Bakamla RI dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan multidimensi.
