Keputusan baru Undang-Undang Periklanan yang berlaku sejak 15 Februari, yaitu Keputusan 342/2025, telah membuat perubahan signifikan terkait iklan video di platform seperti YouTube. Peraturan baru ini menuntut agar pengguna diberikan opsi untuk menutup iklan setelah 5 detik. Hal ini mengakibatkan hilangnya format iklan video 15-30 detik yang biasanya tidak bisa dilewati dan menjadi salah satu sumber pendapatan besar bagi Google.
YouTube, sebagai platform video yang populer, sangat dipengaruhi oleh keputusan baru ini. Vietnam, dengan kontribusi 280 juta jam waktu menonton harian ke YouTube, menjadi pasar yang sangat penting bagi platform ini. Penurunan dalam iklan yang tidak bisa dilewati akan berdampak pada pendapatan YouTube karena merek cenderung membayar lebih untuk memastikan pesan mereka disampaikan sepenuhnya.
Di sisi lain, keputusan tersebut juga dipandang sebagai upaya untuk mengarahkan pengguna untuk berlangganan paket berbayar YouTube Premium dengan menampilkan lebih banyak iklan yang tidak bisa dilewati. Meskipun menimbulkan reaksi keras dari pemirsa, hal ini diharapkan meningkatkan pendapatan dari langganan YouTube Premium.
Ahli operasi platform digital, Robih Abdurrahman dari Anymind Group, meyakini bahwa peraturan baru ini akan memberikan dampak langsung pada pendapatan YouTube. Meskipun perubahan ini belum tentu disukai oleh semua pihak, namun hal ini merupakan respons YouTube terhadap perubahan aturan yang mengatur iklan video.
