BALI – Pertemuan parleman dari 38 negara selama dua hari di Bali, menghasilkan Bali Declaration (Deklarasi Bali) untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKAP) DPR RI, H Firmandez yang ikut dalam forum tersebut menjelaskan, deklarasi Bali berisi tentang upaya meningkatkan kerja sama antar parlemen untuk memastikan pelaksanaan yang efektif dari agenda pembangunan yang berkelanjutan.

“Agenda pembangunan berkeanjutan ini akan terus dipromosikan, baik dalam proses legilasi di parlemen, penganggaran, serta upaya-upaya lainnya untuk mendukung pembangunan yang inklusif,” jelas H Firmandez.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim ini melanjutkan, hal-hal lain yang menjadi isi Deklarasi Bali adalah peningkatan peran anggota parlemen dalam memperkuat demokrasi sehubungan dengan hak asasi manusia terlepas dari ras, etnisitas dan agama, pemerintahan yang baik dan peraturan hukum, dan menciptakan lingkungan yang mendukung di tingkat nasional, regional dan internasional untuk pencapaian pembangunan berkelanjutan.

“Untuk mewujudkan pembangunan yang inkulsif dan berkelanjutan, peran diplomasi parlemen sangat penting, maka Deklarasi Bali ini merupakan spririt kebersamaan untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut,” lanjut H Firmandez.

World Parliamentari Forum berlangsung selama dua hari di Nusa Dua, Bali, yakni pada 6 dan 7 September 2017. Forum ini resmi ditutup Kamis, 7 September 2017 dengan menghasilkan Deklarasi Bali.[HK]

Previous articleKejari Kawal Proses Pembangunan Terminal Bandara T Cut Ali
Next articleTuntut Kepala Desa Diganti, Warga Segel Kantor Keuchik
Redaksi Teropong Aceh. Email: [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here