Sunday, October 11, 2026

Wisata Literasi di Perpustakaan Terbuka Kota Seoul

Share

Di tengah menurunnya minat baca akibat penggunaan telepon pintar, Seoul menghadirkan perpustakaan terbuka di ruang-ruang publik. Program ini mengubah kegiatan membaca yang biasanya berlangsung dalam suasana hening di dalam gedung menjadi aktivitas luar ruang yang dapat dinikmati bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.

Pemerintah Seoul mulai menjalankan inisiatif tersebut pada 2022 melalui program Read at Seoul Plaza. Setahun kemudian, konsep serupa diperluas lewat Gwanghwamun Book Yard, disusul Read at the Clear Stream pada 2024. Kini, tiga lokasi di pusat kota—Seoul Plaza, Gwanghwamun Square, dan kawasan Sungai Cheonggyecheon—menjadi titik tetap perpustakaan terbuka.

Ribuan buku gratis di pusat kota

Seoul Plaza, yang berada di area berumput di depan kantor wali kota Seoul, menyediakan sekitar 5.000 buku. Koleksi tersebut dikurasi oleh Perpustakaan Metropolitan Seoul dan dapat dibaca secara gratis oleh pengunjung. Jika digabungkan dengan koleksi di dua lokasi lain, terdapat sekitar 12.000 buku yang tersedia untuk publik.

Fasilitas yang disediakan tidak hanya berupa buku. Pengunjung dapat menggunakan kursi dan meja yang ditata di ruang terbuka, sekaligus menikmati suasana kota. Berbeda dari perpustakaan konvensional yang umumnya tenang dan sunyi, program ini dirancang sebagai ruang interaksi warga dengan kegiatan tambahan yang membuat pengalaman membaca lebih santai.

Perpustakaan terbuka tersebut beroperasi secara musiman, terutama saat musim semi dan gugur ketika cuaca Seoul tidak terlalu panas atau dingin. Layanan dibuka gratis selama tiga hari dalam sepekan pada akhir pekan, dengan jadwal yang menyesuaikan kondisi cuaca. Petugas turut berjaga dan membagikan selimut kepada pengunjung ketika suhu mulai menurun.

Membaca, menonton film, dan menikmati konser mini

Program ini tidak berhenti saat hari mulai gelap. Sejumlah lokasi tetap dibuka pada malam hari dengan tambahan kegiatan seperti pemutaran film dan konser mini. Aktivitas lain yang tersedia meliputi ruang kegiatan bersama keluarga serta pameran mini produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan perpustakaan terbuka itu dilakukan ketika kebiasaan membaca masyarakat Korea Selatan disebut mengalami perubahan. Survei terbaru Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan menemukan bahwa minat membaca menurun dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya. Masyarakat dinilai semakin banyak menghabiskan waktu dengan menatap layar, sementara kemampuan berkonsentrasi untuk membaca panjang dan cepat mulai tergeser oleh algoritma serta penggunaan telepon pintar.

Meski demikian, perpustakaan dan toko buku di Seoul masih tetap didatangi warga. Pada pertengahan 2026, aktivitas membaca di ruang-ruang tersebut masih terlihat, termasuk di area perpustakaan terbuka yang menjadi alternatif rekreasi di pusat kota.

Hingga akhir 2024, Perpustakaan Terbuka Seoul telah dikunjungi lebih dari lima juta orang. Sebanyak 85,4 persen pengunjung disebut terlibat langsung dalam kegiatan membaca, sedangkan tingkat kepuasan tercatat 91,3 persen. Program ini juga berjalan dengan dukungan pengunjung yang mematuhi aturan selama berada di area perpustakaan.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru