TRUMON – Warga tiga desa di Kecamatan Trumon Timur, mengultimatum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan untuk menyelesaikan sengketa lahan masyarakat dengan perusahaan sawit PT Asdal Prima Lestari. Tim Pansus DPRK Negeri Pala tersebut juga sudah merekomendasikan agar dilakukan pengukuran ulang lahan sengketa.

Ketua Pemuda Trumon Raya, Adi Samridha, kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu, 15 Mei 2016 mengatakan, masyarakat tiga desa dalam Kecamatan Trumon Timur sedang bermusyawarah untuk menentukan jadwal aksi demo kembali terhadap Pemkab Aceh Selatan termasuk materi tuntutan yang akan disampaikan. “Yang pasti aksi itu kembali akan digelar dalam waktu dekat ini,” kata Adi.

Menurut dia, masyarakat tiga desa yakni Kapa Sesak, Alue Bujok dan Titie Poben kecewa terhadap Pemkab Aceh Selatan. Pasalnya, hingga berakhirnya batas waktu yang diberikan oleh tim Pansus DPRK Aceh Selatan selama dua bulan yang berakhir tanggal 5 Mei 2016 lalu, ternyata rekomendasi tersebut tidak ditindaklanjuti.

“Fakta ini jelas membuktikan bahwa Pemkab Aceh Selatan benar-benar tidak punya itikat baik untuk menyelesaikan konflik antara masyarakat dengan PT Asdal yang sudah berlangsung cukup lama,” sesalnya.

Adi menegaskan, meskipun aspirasi dan tuntutan telah berulang kali disuarakan namun hingga saat ini belum mendapat respon positif dari pemerintah, tapi pihak masyarakat setempat tetap tidak menghentikan perjuangannya untuk merebut kembali tanah mereka yang diduga telah diserobot secara sepihak oleh perusahaan perkebunan sawit tersebut.

“Semua orang sudah tahu bagaimana karakter orang Trumon yakni demi mempertahankan haknya nyawa dan tumpahan darah adalah taruhannya. Karena itu, kami menghimbau dan menyerukan kepada pihak pemerintah, tolong jangan anggap sepele tuntutan masyarakat. Jangan sampai telah jatuh korban jiwa baru pemerintah sibuk mencari solusi,” tegasnya.

Permintaan serupa juga disampaikannya kepada pihak PT Asdal Prima Lestari. Sebab selama ini, perusahaan perkebunan sawit ini dinilai kerap ‘meneror’ masyarakat melalui aksi brutal dilapangan dengan menggunakan atau memanfaatkan kekuatan alat negara, seperti aksi pengrusakan jembatan milik masyarakat sehingga mereka tidak memiliki akses atau sarana penghubung lagi untuk pergi ke kebunnya. Pihak perusahaan juga dituding kerap merusak pagar dan tanaman sawit yang telah ditanam oleh masyarakat di areal lahan yang masih diklaim milik PT Asdal.

“Kesabaran itu bukan tanpa batas, hanya saja masyarakat masih menunggu sikap pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Makanya kami mohon kepada Pemkab Aceh Selatan tolong segera mengambil kebijakan konkrit dilapangan jangan biarkan ‘bom waktu’ ini meledak baru sibuk,” pinta Adi.

Seperti diketahui bahwa, menindaklanjuti aksi demo besar-besaran masyarakat tiga desa dalam Kecamaatan Trumon Timur bulan Februari 2016 lalu, DPRK Aceh Selatan mengambil kebijakan membentuk tim Pansus untuk menyelesaikan konflik lahan antara masyarakat dengan PT Asdal tersebut.

Pelaksanaan Pansus yang berlangsung sekitar satu bulan lebih itu, akhirnya menghasilkan rekomendasi dewan yang dikeluarkan pada awal bulan April 2016 lalu. Rekomendasi itu diantaranya berisi bahwa mendesak Pemkab Aceh Selatan bersama Badan Pertanahan Negara (BPN) segera melakukan pengukuran ulang lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Asdal dan diminta adanya pemisahan surat izin HGU antara luas lahan milik Pemkab Aceh Selatan dengan luas lahan milik Pemko Subulussalam.

Tim Pansus dewan juga mendesak pihak PT Asdal segera merealisasikan kewajiban kebun plasma seluas 30 persen dari luas lahan yang di usahakan serta kewajiban penyaluran CSR kepada masyarakat yang bermukim disekitar areal perusahaan.

Saat rekomendasi ini diputuskan dalam rapat paripurna DPRK Aceh Selatan awal bulan Maret 2016 lalu, pihak dewan memberi batas waktu selama dua bulan kepada Pemkab Aceh Selatan dan pihak BPN serta pihak PT Asdal untuk menindaklanjutinya. Namun hingga berakhirnya batas waktu tersebut tanggal 5 Mei 2016 lalu, rekomendasi dewan tersebut tidak dilaksanakan.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here