Warga persyarikatan Muhammadiyah di seluruh Aceh telah memulai pelaksanaan shalat tarawih perdana pada malam pertama Ramadhan 1447 Hijriah. Di Kota Banda Aceh sendiri, pelaksanaan shalat tarawih tersebar di empat masjid dan mushala. Penceramah Shalat Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, Prof Al Yasa’ Abubakar, menyatakan bahwa Muhammadiyah memutuskan awal ibadah Ramadhan pada 1 Ramadhan 1447 Hijriah, berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan awal Ramadhan pada H Kamis (19/2). Menurut Prof Al Yasa’, penentuan melakukan tarawih malam ini atau besok merupakan bagian dari ijtihad yang dilakukan oleh setiap muslim. Di Kota Banda Aceh, terdapat empat titik pelaksanaan tarawih, yaitu di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, Universitas Muhammadiyah Aceh, Panti Asuhan Punge Blang Cut, dan Mushala Aisyiyah Sukaramai. Pimpinan wilayah Muhammadiyah Aceh, Dr Aslam Nur, menjelaskan bahwa masyarakat telah menerima dengan dewasa perbedaan penentuan awal Ramadhan ini, mengingat adanya dasar dalil yang cukup kuat. Muhammadiyah lebih mengedepankan cara hitungan hisab, sementara yang lain menggunakan istilah rukyat. Tidak terlihatnya hilal, maka bulan Sya’ban genapkan menjadi 30 hari. Artinya, setiap keputusan tersebut didasarkan pada ijtihad dan pemahaman yang kuat dari masing-masing pihak.
Share
Berita Lainnya
