BLANGKEJEREN – Peredaran nakotika jenis sabu-sabu di Kabupaten Gayo Lues sangat mengkhawatirkan, dalam satu bulan saja peredaran jumlah konsumsi sabu di daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit itu diperkirakan mencapai 2 Kg.

Hal itu itu disampaikan Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di depan Balai Musara Blangkejeren, Rabu, 26 Juni 2019.

“Informasi yang kami terima saat ini, ganja yang dibawa keluar daerah bukan lagi dijual, tetapi ditukar dengan narkotika jenis sabu-sabu, bahkan menurut info yang saya dapatkan, peredaran sabu-sabu di Gayo Lues dalam satu bulan mencapai 2 Kg, ini sudah mengkhawatirkan,” katanya.

Untuk itu, Amru meminta dukungan dari semua pihak agar peredaran narkotika ini bisa diantisipasi, baik dengan cara memberikan informasi kepada penegak hukum ataupun memberikan arahan kepada pengguna ataupun petani ganja agar tidak lagi menanam ganja.

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman mengatakan, HANI diperingati secara serentak diseluruh Indonesia untuk memberantas peredaran gelap narkotika, tertutama melalui program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, dan Penyalahgunaan Peredaraan gelap Narkotika).

“Pencegahan diutamakan dengan cara memutus mata rantai peredaran gelap narkotika melalui program peralihan dari menanam ganja ketanaman kopi, lahanya sudah ada di desa Agusen dan desa Pepelah Kecamatan Pining akan ditanam jagung. Pemberantasan juga sudah kita lakukan dengan menangkap pengedarnya,” katanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here