Wali Nanggroe Aceh Tinjau Lokasi Bencana untuk Penanganan Optimal
Wali Nanggroe Aceh PYM Teungku Malik Mahmud Al-Haythar melakukan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh guna memastikan kondisi masyarakat pascabanjir dan longsor mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Kunjungan berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Pidie Jaya pada 3-4 Mei 2026. Di Desa Pante Perlak, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Wali Nanggroe meninjau langsung lokasi pengungsian warga yang masih menunggu proses relokasi ke huntara.
Perhatian untuk Penanganan Bencana dan Relokasi
Wali Nanggroe menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang telah mendapatkan hunian sementara agar segera menempatinya. Bagi yang masih dalam relokasi, diharapkan dapat bersabar menunggu penyelesaian pembangunan oleh pemerintah.
Beliau juga mengunjungi kawasan Krueng Meureudu dan lahan pertanian masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya. Dalam pertemuan dengan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, Wali Nanggroe menekankan pentingnya memperkuat sektor pertanian dalam pemulihan pasca bencana.
Prioritas Pemulihan Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan
Menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan keberlanjutan lingkungan, Wali Nanggroe memberikan perhatian serius terhadap kondisi kehidupan masyarakat terdampak. Pemerintah diingatkan agar fokus pada pemulihan ekonomi warga untuk kebangkitan yang lebih cepat dan berkelanjutan.
Bupati Pidie Jaya menjelaskan bahwa meskipun telah dilakukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, masih ada kawasan yang belum tertangani. Ancaman banjir akibat sedimentasi sungai menjadi prioritas yang harus segera ditangani.
