Friday, July 17, 2026

Wali Nanggroe: Pentingnya Dialog dan Transparansi dalam JKA

Share

Wali Nanggroe Aceh Tekankan Pentingnya Dialog dan Transparansi terkait Program JKA

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al-Haythar menegaskan pentingnya dialog, transparansi, dan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi Forkopimda Penyelenggaraan dan Keberlanjutan JKA di Meuligoe Wali Nanggroe, pada Selasa, 19 Mei 2026.

Mahasiswa Aceh sebagai Suara Kegelisahan Masyarakat

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait seperti unsur Forkopimda Aceh, pimpinan lembaga, akademisi, instansi teknis, dan pemangku kepentingan lainnya. Forum tersebut diselenggarakan sebagai respons terhadap polemik dan keresahan publik terkait perubahan kebijakan JKA yang sebelumnya memicu aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa daerah.

Wali Nanggroe menjelaskan bahwa JKA bukan hanya sebuah program pelayanan kesehatan, melainkan bagian dari perlindungan sosial masyarakat Aceh yang berhubungan langsung dengan rasa aman dan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Menurut beliau, setiap kebijakan terkait JKA harus dapat menjaga rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Wali Nanggroe juga menyoroti pentingnya memandang aspirasi mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat, serta menekankan bahwa pendekatan dialog dan musyawarah harus diutamakan daripada konfrontasi.

Langkah-langkah Pembangunan JKA ke Depan

Pada rapat tersebut, berbagai isu dibahas mulai dari kondisi fiskal Aceh, tata kelola JKA, validasi data penerima manfaat, hingga dampak sosial dari perubahan skema layanan kesehatan. Pemerintah Aceh juga menjelaskan tantangan anggaran yang dihadapi akibat berkurangnya dana otonomi khusus dan keterbatasan ruang fiskal daerah.

Selain itu, hasil rapat juga menghasilkan beberapa langkah lanjutan seperti pembentukan tim penyusun Pergub JKA baru dengan melibatkan berbagai pihak, penguatan validasi data penerima manfaat, dan peningkatan komunikasi dengan masyarakat. Unsur keamanan juga melaporkan bahwa demonstrasi mahasiswa terkait JKA berlangsung dengan damai, meskipun ditemukan upaya provokasi dan politisasi isu di media sosial.

Wali Nanggroe pun mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas Aceh melalui komunikasi yang baik dan semangat persaudaraan, mengingat sejarah konflik panjang yang pernah dialami Aceh.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru