Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana wilayah Sumatera mengungkapkan bahwa sebanyak 25 ribu unit rumah terdampak bencana hidrometeorologi telah terverifikasi. Verifikasi dilakukan tim Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan rumah yang terdampak bencana sudah terdaftar dan siap menerima dana pemulihan. Ketua Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan bahwa rumah yang terverifikasi akan menerima bantuan dana pemulihan sesuai dengan tingkat kerusakan. Dana sebesar Rp15 juta akan diberikan kepada rumah dengan kondisi rusak ringan, sementara yang rusak sedang akan menerima Rp30 juta per unit. Penyaluran dana ini direncanakan akan dilakukan serentak di tiga provinsi terdampak bencana di Pulau Sumatra, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, pemerintah juga menyediakan dana bantuan sebesar Rp1,8 juta bagi korban bencana yang memilih untuk tidak tinggal di hunian sementara. Terkait dengan pembangunan hunian sementara, diperlukan sekitar 50 ribu unit untuk korban bencana hidrometeorologi. Sebanyak 15 ribu unit akan dibangun oleh Danantara, 5.000 unit oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan 30 ribu unit lainnya dikompensasikan dengan dana tunggu hunian. Dana tunggu hunian tersebut sudah disalurkan kepada 19 ribu penerima, dengan sisa penerima segera akan menerima bantuan. Diharapkan penyaluran bantuan ini dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadhan untuk mengurangi jumlah pengungsi.
Share
Berita Lainnya
