Universitas Syiah Kuala Mengukuhkan Enam Profesor Baru
Universitas Syiah Kuala memperkuat jajaran intelektualnya dengan mengukuhkan enam profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Selasa (12/5/2026). Dengan penambahan tersebut, jumlah total profesor di USK kini mencapai 246, terbagi menjadi 179 guru besar di bidang sains dan 67 di bidang sosial humaniora.
Profesor-Proffesor Baru dan Kontribusi Mereka
Enam profesor baru yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Zumaidar, S.Si., M.Si., Prof. Dr. rer. nat. Ilham Maulana, S.Si., Prof. Dr. Vivi Silvia, S.E., M.Si., Prof. Dr. Rizwan, S.T., M.T., Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria, Sp.Rad.(K)., dan Prof. Dr. Drs. Ir. Tarmizi, M.Sc. Setiap profesor membawa kontribusi penting dalam bidang keahliannya masing-masing.
Manfaat Kepakaran bagi Masyarakat
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menegaskan bahwa gelar profesor bukan hanya tentang pencapaian akademis semata, melainkan sebuah tanggung jawab moral besar. Ia menyoroti pentingnya agar ilmu yang dimiliki para profesor dapat menguatkan masyarakat, memberikan solusi, dan menjawab berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, Prof. Zumaidar membawa pesan penting melalui risetnya dalam bidang biologi tumbuhan dan etnobotani yang dapat memberikan solusi kesehatan bagi masalah diabetes dan kanker. Sementara itu, Prof. Ilham Maulana melalui studi kimia anorganiknya menunjukkan potensi besar nanopartikel tembaga sebagai agen antikanker dengan pendekatan ramah lingkungan.
Selanjutnya, Prof. Vivi Silvia menggarisbawahi peran penting rumah tangga sebagai aktor utama dalam perekonomian Indonesia. Risetnya menyoroti penguatan UMKM dan perlindungan daya beli masyarakat sebagai pondasi dalam pembangunan ekonomi ke depan.
Profesor Rizwan memberikan solusi agar galangan kapal tradisional tetap berdaya saing di tengah perubahan pasar melalui pendekatan supply chain resilience. Sementara Prof. Iskandar Zakaria dalam bidang radiologi mengembangkan metode deteksi dini dan penanganan stroke yang lebih spesifik.
Terakhir, Prof. Tarmizi membuktikan bagaimana simulasi matematika dapat membantu dalam memahami persoalan kompleks, seperti dinamika laut dan penyebaran penyakit. Kontribusi mereka semua diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.
