Uni Eropa pada Jumat mendesak Israel agar segera menghentikan proyek permukiman E1 di wilayah pendudukan Tepi Barat. Komisi Eropa menyatakan bahwa langkah-langkah untuk mendorong perluasan permukiman dapat mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan. Mereka menunjukkan keprihatinan terhadap rencana permukiman di Atarot dan Nahalat Shimon di Yerusalem Timur. Menurut Uni Eropa, kebijakan permukiman Israel merupakan hambatan bagi perdamaian dan dapat memperburuk ketidakstabilan di Tepi Barat. Mereka meminta agar Israel membatalkan perluasan permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional. Selain itu, Uni Eropa menekankan pentingnya mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional dan melindungi penduduk Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Siprus Yunani Constantinos Kombos juga turut mengungkapkan bahwa ia melakukan pembicaraan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dan Kepala Otoritas Luar Negeri Israel. Mereka semua sepakat bahwa diplomasi diperlukan dalam meredakan eskalasi dan menjaga keamanan serta stabilitas kawasan. Dengan adanya desakan dari Uni Eropa dan upaya diplomasi yang dilakukan, diharapkan situasi tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
