Satuan Tugas Air Universitas Pertahanan (Unhan RI) bekerja sama dengan personel Yonzipur Kodam I BB tengah membangun sarana mesin penjernih air menggunakan metode desalinasi RO di Kabupaten Aceh Tamiang. Alat inovatif ini dapat menghasilkan air minum dan air bersih dengan kapasitas sekitar 4.000 Gallons Per Day (GPD) atau 20.000 liter per hari. Satgas Air Unhan terdiri dari 28 orang yang ditugaskan untuk membantu penanganan bencana di beberapa wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Mesin RO yang dikembangkan Unhan tidak hanya untuk menghasilkan air minum, tetapi juga air bersih. Dalam kondisi darurat bencana, kebutuhan akan air minum dan bersih menjadi sangat penting. Metode yang digunakan telah diuji coba sebelumnya di lokasi lain seperti Jakarta Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.
Sasaran pemasangan mesin RO di Aceh Tamiang adalah di Puskesmas, posko bencana, instansi pemerintah, dan rumah ibadah. Hal ini dilakukan agar mesin tersebut dapat dirawat dengan baik dan penggunaannya dapat dikontrol oleh instansi terkait. Proses pemasangan mesin desalinasi RO memakan waktu satu hari, tergantung dari kondisi lapangan. Hingga saat ini, sudah terdapat lima titik pemasangan mesin penjernih air di Aceh Tamiang.
Setelah selesai di Aceh Tamiang, program ini akan dilanjutkan ke daerah lain yang juga terdampak bencana seperti Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih dan minum dengan lebih baik.
