TAPAKTUAN – Ratusan warga Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan menduduki Kantor Camat sejak pagi hingga sore Kamis pagi 7 September 2017. Mereka mendesak kepala desa dicopot.

Massa menolak membubarkan diri sebelum pihak Camat dan Pemkab setempat mengeluarkan sebuah keputusan memberhentikan keuchik. Sebelum menduduki kantor camat, ratusan massa telah lebih dulu menyegel kantor keuchik yang berlokasi di Gampong Krueng Batu.

Tak hanya menyegel, massa juga membentangkan puluhan spanduk dan mencoret-coret kantor keuchik dengan cat semprot warna merah. Spanduk yang dibentangkan di beberapa titik dalam wilayah gampong tersebut termasuk di kantor keuchik antara lain berisi kecaman dan desakan kepada Pemkab Aceh Selatan agar segera memberhentikan keuchik bersangkutan. Selain itu, juga ada tulisan yang menyebutkan bahwa masyarakat setempat tidak mengakui lagi saudara HT Arbet Banta sebagai keuchik mereka.

Ismail Ismed, salah seorang pemuda setempat mengatakan, tindakan yang diambil masyarakat setempat tersebut merupakan klimaks dari rasa kekesalan dan kekecewaan mereka. Karena desakan agar segera dicopot kepala desa tersebut hingga saat ini belum ditindaklanjuti oleh Muspika Kluet Utara dan Bupati Aceh Selatan.

Camat Kluet Utara, H Zainal yang dijumpai di kantor Bupati Aceh Selatan di Tapaktuan, kamis petang, membenarkan bahwa ratusan massa dari Gampong Krueng Batu telah mengepung kantor camat setempat sejak kamis pagi hingga sore. Persoalan tersebut telah dibawa ke Tapaktuan untuk diselesaikan ditingkat pemerintah kabupaten.

Sementara, pertemuan yang digelar diruang kerja asisten I Setdakab Aceh Selatan, Erwiandi yang dihadiri Kabag Pemerintahan, Zulkarnaini, Kabag hukum Yuhelmi SH, Camat Kluet Utara H Zainal, Kapolsek, para Imum Mukim Kluet Utara dan perwakilan pemuda.

Ternyata, sebelum aksi massa itu digelar, para aparatur desa termasuk Tuha Pheut dan perangkat gampong telah mengundurkan diri. Akibatnya, roda pemerintahan di gampong Krueng Batu sekarang ini sudah lumpuh total.
Namun sayangnya, permintaan agar jabatan Keuchik Krueng Batu segera di berhentikan atau non-aktifkan sementara pada hari ini juga tidak bisa di penuhi oleh Pemkab Aceh Selatan. Alasannya karena keputusan itu harus diambil langsung oleh pimpinan daerah sementara sekarang ini Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra termasuk Sekretaris daerah sedang tidak berada ditempat.

“Kami tidak bisa memenuhi tuntutan bapak-bapak dan tokoh pemuda, karena keputusan itu harus diambil langsung oleh pimpinan daerah sementara sekarang ini pimpinan daerah sedang berada diluar daerah. Karena itu kami minta waktu untuk memusyawarahkan persoalan ini,” kata Asisten I Setdakab Aceh Selatan, Erwiandi.

Kabag Hukum Setdakab Aceh Selatan, Yuhelmi menyampaikan bahwa keputusan memberhentikan seorang keuchik tidak bisa serta merta diambil oleh Pemkab setempat tanpa dasar hukum yang jelas. Sebab secara aturan, seorang keuchik baru bisa diberhentikan jika meninggalkan dunia, tersangkut kasus asusisal atau kasus hukum yang sudah berkekuatan hukum tetap atau mengundurkan diri. “Jika tanpa dasar hukum yang jelas, maka Pemkab Aceh Selatan bisa di tuntut melalui jalur PTUN,” kata Yuhelmi.[HM]

Previous articleWorld Parliamentary Forum Hasilkan Deklarasi Bali
Next articleTerkait Masalah Rohingya, India Tolak Deklarasi Bali
Redaksi Teropong Aceh. Email: [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here