Friday, July 17, 2026

Transformasi IT BSI untuk Layani 40 Juta Nasabah pada 2030

Share

Bank Syariah Indonesia Tuntaskan Transformasi IT Demi Layani 40 Juta Nasabah pada 2030

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) telah menyelesaikan transformasi teknologi informasi (IT) untuk memperkuat kapasitas sistem dan kualitas layanan digital guna mencapai target melayani 40 juta nasabah pada 2030. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan hal ini dalam acara “Ngopi Bareng Media” di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu.

Membesarkan Ukuran dan Capaian BSI

BSI merencanakan memiliki 40 juta nasabah pada tahun 2030, naik dari sekitar 24 juta saat ini. Selain itu, perseroan juga menargetkan aset mencapai Rp1.000 triliun dan meningkatkan return on equity (ROE) di atas 25 persen pada 2030. Pada tahun tersebut, BSI juga bercita-cita masuk dalam lima bank syariah terbesar di dunia.

Peningkatan Layanan Digital dan Sistem Perbankan

Dalam setahun terakhir, BSI mencatat pertumbuhan signifikan dari dual license sebagai bank syariah dan bank emas. Dengan jumlah nasabah melebihi 24 juta per April 2026, BSI berhasil memperoleh lisensi bank emas pada Februari 2025 serta meningkatkan status menjadi persero pada awal 2026. Dengan demikian, upaya peningkatan kapasitas sistem seperti migrasi inti perbankan dari R10 ke R24 pada pertengahan Mei 2026 sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ke depan.

Proses migrasi tersebut melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi dengan berbagai tahapan rehearsal dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara. Dalam perjalanan pasca-migrasi, tingkat ketersediaan seluruh channel BSI mencapai 99,99 persen untuk memperlancar transaksi digital dan di cabang.

Selain itu, transformasi ini berhasil meningkatkan efisiensi operasional hingga sekitar 80 persen, mempercepat proses close of business (COB), serta meningkatkan kapasitas sistem untuk mendukung ekspansi bisnis digital dan inovasi produk.

Anggoro menekankan bahwa ruang inovasi untuk fitur baru di BYOND masih terbuka lebar dengan kapasitas yang belum terpakai optimal. Diharapkan nasabah akan merasakan manfaat dari infrastruktur IT yang baru ini.

Kinerja Keuangan dan Layanan Digital BSI

Per Mei 2026, BSI mencatat laba bersih sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan. Total aset mencapai Rp444 triliun, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp372 triliun, dan pembiayaan sebesar Rp335 triliun dengan kualitas terjaga. Layanan mobile banking BSI telah digunakan oleh lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi mencapai Rp450 triliun.

Di sisi lain, BEWIZE terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale bagi BSI. Dengan capaian ini, BSI telah menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kualitas pelayanan demi memenuhi kebutuhan nasabahnya.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru