Iran telah melancarkan serangan rudal dan drone dalam jumlah besar sebagai balasan terhadap serangan AS-Israel. Data resmi menunjukkan bahwa sejak 28 Februari, Iran telah melakukan sekitar 5.471 serangan yang menargetkan pangkalan AS dan lokasi penting di tujuh negara Arab. Berbagai negara di Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain, menjadi target utama serangan tersebut.
Menurut informasi dari Kementerian Pertahanan UEA, hingga saat ini mereka berhasil mencegat 414 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.914 drone. Sementara itu, Kuwait mengklaim telah berhasil mencegat 309 rudal balistik dan 616 drone. Di sisi lain, Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan bahwa mereka telah menetralisir 174 rudal dan 391 drone selama periode yang sama.
Serangan Iran ini menjadi perhatian bagi berbagai negara di Timur Tengah, mengingat dampak yang luas terhadap keamanan regional. Sementara itu, ketegangan antara Iran, AS, dan Israel terus meningkat, dan situasi ini menjadi perhatian utama dalam perkembangan geopolitik di kawasan tersebut. Semua pihak diharapkan untuk tetap waspada dan berupaya menjaga stabilitas regional dalam menghadapi konflik yang terus berlanjut.
