BLANGKEJEREN – Tiga paket proyek yang dibiayai dari dana otonomi khusus (Otsus) di Kabupaten Gayo Lues terancam putus kontrak. Pasalnya rekanan tidak bisa menyiapkan pekerjaan tepat wakktu.

PPTK Otsus Dinas Pekerjaan Umum Gayo Lues, David Irawan, Kamis, 28 September 2017 mengatakan, ketiga proyek itu belum selesai dikerjakan hingga akhirnya ditambah waktu pengerjaanya.

“Tiga paket proyek itu adalah pembangunan jalan Buntul Sahu di Agusen dengan anggaran Rp 5,9 miliar dikerjakan oleh PT Bina Pratama, kemudian proyek pengaspalan jalan Nenas Peparik Gaib yang dikerjakan PT Cot Go dengan anggaran Rp 2,6 miliar, dan pengaspalan jalan Pasir Kecamatan Tripe Jaya yang dikerjakan oleh PT Sari Bumi dengan anggaran Rp 3,9 miliar. Tapi semua pekerjaaan itu dikerjakan oleh PT Pelita Nusa Perkasa Blangkejeren,” jelasnya.

Dinas PU sendiri sudah melakukan evaluasi terhadap tiga paket pekerjaan itu, diyakini, dalam beberapa hari kedepan akan selesai dikerjakan PT Pelita Nusa meskipun masa pengerjaan sudah berakhir.

“Masih bisa dikerjakan meskipun sudah habis masa pengerjaanya, tapi harus didenda dengan besaran maksimal 5 persen dari nilai kontrak setelah dipotong PPN dan PPh, atau seper seribu dari sisa pekerjaan yang belum diselesaikan,” ujarnya.

Sementara Askhari perwakilan PT Pelita Nusa Perkasa wilayah Gayo Lues mengatakan, pihaknya juga mengakui bahwa ada paket-paket pekerjaan yang tidak bisa disiapkan pihaknya lantaran musim penghujan, namun pihaknya bertekat akan menyiapkan pekerjaan itu meskipun sudah habis masa pengerjaanya.

“Kami siap membayar denda keterlambatan pengerjaan proyek ini sesuai dengan ketentuan, dan kami akan berupaya menyiapkan pekerjaan secepat mungkin supaya tidak terlalu banyak dendanya,” jawabnya.[Win Porang]

Previous articleIndonesia Perlu Badan Pengelola Sumber Daya Air
Next articlePengusaha Kopi Harus Manfaatkan Peluang Ekspor
Redaksi Teropong Aceh. Email: [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here