Syaiful Bahri, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, mendorong masyarakat lokal untuk mengembangkan bisnis peternakan ayam petelur sebagai solusi ekonomi pasca bencana hidrometeorologi. Dengan skema pemberdayaan UMKM yang terencana, Bahri ingin membantu warga Aceh Tamiang yang terdampak bencana untuk bangkit melalui pengembangan UMKM ayam petelur.
Dalam kegiatan panen telur ayam perdana di usaha peternakan ayam Kampung (Desa) Air Masin, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Bahri menegaskan kesediaannya untuk memberikan ilmu dan bimbingan kepada warga yang berminat dalam budidaya ayam petelur. Dengan lima kandang ayam tipe V berkapasitas 21 ribu ekor, Bahri berhasil menghasilkan sekitar 30 persen dari total ayam tersebut mulai bertelur, dengan harapan produksi telur akan terus meningkat.
Pengembangan sektor peternakan ayam petelur di pesisir Seruway, Aceh Tamiang, merupakan hasil studi banding Bahri ke Kabupaten Langkat dan Deli Serdang di Sumatera Utara. Skema pemberdayaan UMKM dengan dukungan pemerintah daerah dan legislatif menjadi solusi di tengah keterbatasan pasca bencana, di mana masyarakat menyediakan kandang sendiri sementara pemerintah memberikan bantuan pakan dan obat-obatan.
Dengan kerjasama yang terencana, Bahri berharap dapat membantu masyarakat lokal bangkit dari bencana dan memperkuat sektor UMKM di Aceh Tamiang. Melalui inisiatifnya, Bahri berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi ekonomi lokal dan membantu warga Aceh Tamiang untuk pulih dari dampak bencana.
