Sunday, October 11, 2026

Terminal LNG PAG Jadi Pusat Bisnis GUCD Kapal LNG Asia

Share

Terminal LNG PT Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe, Aceh, kini melayani pengoperasian gassing up and cooling down (GUCD) untuk kapal LNG domestik maupun internasional. Layanan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan infrastruktur Terminal Arun sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat layanan LNG di Asia.

President Director PAG Yan Syukharial mengatakan GUCD disediakan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan fasilitas, serta kualitas pelayanan bagi pengguna jasa. “Layanan GUCD menjadi salah satu bentuk optimalisasi infrastruktur LNG terminal Arun sekaligus wujud komitmen PAG dalam memberikan layanan yang aman, andal, dan berkualitas kepada para pengguna jasa,” kata Yan dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin.

Dimulai pada 2023

GUCD merupakan rangkaian proses untuk menyiapkan tangki kapal LNG sebelum digunakan memuat muatan. Tangki kapal tidak dapat langsung diisi LNG karena perlu berada dalam kondisi suhu dan kesiapan operasional yang sesuai.

Menurut Yan, tahapan tersebut merupakan prosedur keselamatan penting untuk menjaga ketahanan struktur tangki, menghindari potensi bahaya akibat perubahan suhu secara drastis, serta mempertahankan kualitas LNG selama pengiriman.

PAG mulai menerima pelanggan GUCD pada 2023. Pelanggan pertama layanan ini adalah BP Singapore, dengan volume sekitar 4.900 meter kubik dan aktual molekul sebesar 115.060,000 Million British Thermal Unit (MMBTU).

Seiring meningkatnya kepercayaan pelanggan, PAG hingga 2026 telah memasarkan layanan tersebut secara lebih luas. Perusahaan mencatat lebih dari 38 kapal dari lebih dari 15 perusahaan dunia telah menggunakan layanan GUCD di Terminal Arun. Jumlah itu diproyeksikan terus bertambah setiap tahun.

Khusus pada 2026, PAG telah menerima 18 kapal kargo. Total aktual volume LNG yang diterima mencapai sekitar 70 ribu meter kubik, dengan aktual molekul kurang lebih 1,6 juta MMBTU.

Arun diarahkan menjadi pusat GUCD

PAG menyatakan pengalaman operasional dan dukungan infrastruktur yang tersedia menjadi modal untuk mengembangkan bisnis GUCD. Perusahaan menargetkan Terminal Arun mampu berfungsi sebagai GUCD Center yang melayani kebutuhan kapal LNG dari berbagai pelaku industri, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Pengembangan itu merupakan bagian dari strategi PAG, sebagai subholding gas Pertamina sekaligus anak perusahaan PT Pertamina Gas (Pertagas), untuk mengoptimalkan aset Arun dan memperluas kerja sama dengan pemain LNG global serta mitra internasional.

Dalam pengoperasiannya, PAG mengedepankan aspek health, safety, security & environment (HSSE), keandalan fasilitas, operational excellence, dan mutu pelayanan kepada pelanggan. Pertumbuhan jumlah kapal dan pelanggan juga disebut menjadi momentum untuk meningkatkan utilisasi aset, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, serta menjaga keandalan fasilitas.

Yan menilai peluang bisnis GUCD ke depan masih besar. “Ke depan, kami melihat peluang bisnis GUCD mempunyai potensi yang sangat besar. Sebelumnya, hanya Singapura yang menjadi pemain utama bisnis GUCD di Asia namun saat ini Terminal PAG telah menjadi pusat baru bagi kapal LNG di Asia,” ujarnya.

Dengan fasilitas terminal, penyimpanan, jetty, dan infrastruktur LNG yang terintegrasi, PAG juga mengembangkan layanan penerimaan, penyimpanan, regasifikasi, unloading and reloading, serta layanan lain untuk mendukung rantai pasok LNG. “Dengan begitu, terminal LNG Arun dapat semakin berperan dalam mendukung kebutuhan LNG nasional maupun pasar internasional,” kata Yan.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru