BLANGKEJEREN – Pimpinan Pondok Pesantren Nurrul Fattah Kecamatan Blangpegayon, diperiksa polisi Polres Gayo Lues, Selasa, 19 September 2017 atas dugaan penganiayaan santriwati yang bersetatus anak yatim piatu berinisial FA (17).

Kapolres Gayo Lues, AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama, Selasa, 19 September 2017 mengatakan, pimpinan pondok Pesantren Nurrul Fattah yang beriisial Tgk Y diperiksa mulai sekitar pukul 10:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB di ruangan juru periksa unit perlindungan anak.

“Ia diberi 16 pertanyaan terkait laporan santriwatinya yang mengaku sudah dianiaya oleh Tgk Y, dan setelah semua pertanyaan itu dijawab, Tgk Y langung pulang ke rumahnya, dan statusnya dalam kasus ini masih sebagai saksi,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan kata Kasat Reskrim, Tgk Y mengakui perbuatanya telah memandikan FA dan memukulnya dengan kayu di bagian tanggan dan pinggulnya, namun semua itu dilakukanya akibat FA selaku santriwati pondok pesantren terlambat masuk satu hari dan tidak merespon dengan baik pertanyaan yang ditanyainya.

“Pemukulan diakuinya dengan menggunakan tongkat seperti gagang sapu yang panjangnya satu meter lebih, begitu juga dengan dimandikan di tengah malam juga diakuinya, jadi statusnya sekarang masih dugaan penganiayaan, belum ada mengarah ke yang lain,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara di kantor Polres Gayo Lues guna mengetahui tindak lanjut dari kasus tersebut, baik mengenai alat bukti maupun meyangkut umur FA yang dibawah umur, jika memang memenuhi alat bukti, maka kasus tersebut akan sampai ke persidangan.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here