RSUDZA Berhasil Merealisasikan Tindakan Inovatif untuk Pasien Cedera Tulang Belakang
Banda Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) telah sukses melakukan tindakan intrathecal stem cell untuk pertama kalinya bagi pasien dengan kasus trauma Medulla Spinalis atau cedera tulang belakang.
Prosedur Bersejarah Berkat Kerja Sama Solid
Menurut Ketua Tim Medis RSUDZA, Prof. dr. Azharuddin, kerja sama yang solid antara jajaran manajemen RSUDZA dan tim medis menjadi kunci keberhasilan terciptanya tindakan klinis inovatif ini. Proses pelaksanaan juga melibatkan tim Stem Cell RSUP dr. Sardjito dan didukung langsung oleh PMK Stem Cell untuk Ortopedi dari Kementerian Kesehatan RI.
Ia menambahkan bahwa dukungan penuh dari Prostem Prodia sebagai produsen sel punca berkualitas tinggi turut berperan dalam keberhasilan prosedur ini. Total 80 juta sel punca disuntikkan ke pasien, dengan 48 juta sel pada penyuntikan pertama dan sisanya akan diberikan pada tahap-tahap berikutnya untuk merangsang pemulihan saraf yang optimal.
Inovasi dalam Penanganan Cedera Tulang Belakang
Cedera tulang belakang merupakan kasus trauma serius yang dapat berdampak pada hilangnya kemampuan motorik dan sensorik secara signifikan. Dengan keterbatasan kemampuan regenerasi jaringan saraf, penggunaan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell (UC-MSCs) melalui metode intratekal diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan sel saraf, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Prof. dr. Azharuddin menekankan bahwa penggunaan stem cell bukanlah solusi instan, melainkan bagian dari proses penyembuhan yang memerlukan kombinasi dengan operasi, rehabilitasi medis, dan standar etika kedokteran yang ketat.
Dengan terselenggaranya layanan terapi sel punca perdana ini, RSUDZA dan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala berharap dapat memberikan pelayanan yang berkelanjutan, aman, dan menjadi harapan baru bagi para pasien cedera saraf tulang belakang di Aceh.
