Rudal Iran Begitu Sulit Dicegat: Inilah Alasannya
Iran telah menggunakan sistem rudal balistik yang sangat kuat dalam persenjataannya, terutama dalam ancaman terhadap Tel Aviv di Israel. Rudal Khorramshahr, yang diuji pertama kali pada Januari 2017, dipandang sebagai salah satu rudal paling canggih. Nama “Khorramshahr” diambil dari sebuah kota yang pernah diduduki oleh Irak selama perang Iran-Irak sebelum direbut kembali oleh Iran.
Setelah mengalami berbagai penyempurnaan, rudal Khorramshahr-4, juga dikenal sebagai Kheibar, diperkenalkan pada tahun 2023. Dengan jangkauan sekitar 2.000 km dan kemampuan membawa hulu ledak seberat 1.500-1.800 kg, rudal ini dianggap sebagai salah satu yang terbesar yang dimiliki Iran saat ini. Kheibar memiliki dimensi yang besar, dengan panjang sekitar 13 meter, diameter badan sekitar 1,5 meter, dan berat peluncuran sekitar 30 ton.
Pemimpin Iran menganggap rudal balistik sebagai alat strategis penting untuk mengimbangi kelemahan angkatan udara dan menghadapi saingan seperti Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah. Rudal balistik Khorramshahr-4 termasuk dalam kategori rudal balistik jarak menengah (MRBM) dan menunjukkan kemampuan yang signifikan dengan rasio muatan hulu ledak terhadap berat total yang tinggi.
Dengan parameter-parameter yang dimilikinya, tidak mengherankan bahwa rudal ini begitu sulit untuk dicegat. Rudal Iran memiliki teknologi canggih dan keunggulan dalam ukuran dan kapasitas hulu ledaknya. Oleh karena itu, tantangan dalam mengatasi ancaman rudal Iran masih menjadi fokus bagi para ahli pertahanan di seluruh dunia.
