Thursday, April 16, 2026

Teknologi Iran dan Perlunya Netralitas NATO

Share

Iran dilaporkan memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal balistik dengan jangkauan lebih dari 4.000 km berkat penggunaan teknologi peluncuran satelit. Pada akhir pekan, Iran meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah menuju pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia. Pangkalan tersebut terletak 4.000 km dari Iran, melebihi batas jangkauan 2.000 km yang diklaim oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Hal ini menimbulkan perhatian khusus karena pangkalan Diego Garcia merupakan pos strategis yang penting bagi AS dan Inggris dalam kampanye mereka.

Para ahli militer, termasuk Jenderal Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Ran Kochav, percaya bahwa Iran menggunakan teknologi peluncuran dua tahap yang mirip dengan peluncuran satelit untuk meningkatkan jangkauan rudalnya. Komandan Israel Eyal Zamir bahkan mengklaim bahwa Iran memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) dengan jangkauan 4.000 km yang dapat mengancam beberapa kota di Eropa. Spekulasi juga muncul bahwa rudal tersebut merupakan versi yang dimodifikasi dari rudal balistik R-27 era Soviet. Meskipun Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke Diego Garcia, dampak dari serangan tersebut masih belum dikonfirmasi secara pasti.

Percakapan tentang kemampuan rudal Iran ini menggugah kekhawatiran dari berbagai pihak dan dapat memaksa AS dan sekutunya untuk mengkaji ulang posisi serta kebijakan strategis mereka. Rudal-rudal dengan jangkauan jarak jauh ini menunjukkan potensi ancaman global yang perlu dipertimbangkan dengan serius oleh komunitas internasional.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru