Sebuah tas tangan inovatif telah diluncurkan, terbuat dari kolagen yang diekstrak dari fosil Tyrannosaurus Rex, menunjukkan potensi bahan kulit yang diproduksi di laboratorium. Tas berwarna turquoise ini sedang dipamerkan di Art Zoo Museum di Amsterdam, Belanda, dengan rencana dilelang dengan harga penawaran awal lebih dari USD500.000. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara The Organoid Company, Organoid, dan VML, yang berhasil menciptakan kulit dari fragmen protein kuno yang diambil dari fosil dinosaurus. Meskipun menghadapi beberapa tantangan teknis, pengembangan tas kulit Tyrannosaurus Rex ini dianggap sebagai langkah inovatif dalam industri mode. Dengan asal dari T. rex, tas ini menawarkan daya tarik unik dan menjadi bukti meningkatnya teknologi produksi ramah lingkungan. Che Connon dari Lab-Grown Leather Ltd., produsen kulit yang terbuat dari kolagen yang dimodifikasi, menekankan nilai tambah dari produk ini sebagai alternatif kulit asli yang ramah lingkungan. Seperti halnya pada proyek sebelumnya yang melibatkan DNA mamoth, langkah-langkah inovatif ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan bahan-bahan mode yang berkelanjutan.
