Sunday, October 11, 2026

Target Terlampaui, Aceh Raih 4 Besar MTQ Nasional

Share

Kafilah Aceh tiba kembali di Tanah Rencong setelah menempati peringkat keempat nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Hasil tersebut melampaui target Pemerintah Aceh yang sebelumnya mematok posisi 10 besar nasional.

Kepulangan rombongan disambut jajaran pejabat utama Pemerintah Aceh di Ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Senin (21/9/2026). Penyambutan itu dihadiri Asisten Sekda Aceh, para kepala dinas, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, anggota DPR Aceh Ilmiza Sa’aduddin Djamal, serta Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah.

Aceh raih 10 gelar juara utama

Pada perhelatan MTQ Nasional 2026, kafilah Aceh mengumpulkan 10 gelar juara utama dan 12 predikat juara harapan. Sepuluh gelar utama tersebut terdiri atas empat Juara I, empat Juara II, dan dua Juara III.

Asisten Bidang Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Syakir, menyampaikan apresiasi atas perjuangan kafilah. Menurut dia, posisi keempat nasional merupakan capaian di luar target awal yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita senang dan bersyukur dengan prestasi luar biasa. Sebelumnya kita menargetkan 10 besar dan di luar dugaan, dengan kolaborasi dan doa bersama kita berada dalam empat besar,” kata Syakir.

Ia menilai hasil tersebut dapat menjadi dorongan bagi Pemerintah Aceh untuk memperkuat pembinaan peserta MTQ. Upaya itu dinilai semakin penting karena Aceh akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 2028.

Syakir berharap pengalaman dan capaian di Semarang dapat menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih baik ketika penyelenggaraan MTQ Nasional berlangsung di Aceh.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi pemerintah Aceh untuk melakukan pembinaan yang lebih baik ke depan. Apalagi pada 2028 Aceh menjadi tuan rumah, kita harap Aceh bisa mendapat peringkat yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Pembahasan bonus kafilah

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh sekaligus Ketua Kafilah Aceh, Misran Fuadi, mengatakan persoalan bonus bagi peserta yang meraih juara akan dibicarakan bersama pimpinan Pemerintah Aceh.

Hasil pembahasan itu nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Misran berharap pemerintah menetapkan kebijakan yang dapat menjadi bentuk penghargaan bagi para kafilah.

“Semoga akan ada kebijakan pimpinan yang membahagiakan anak-anak kita,” kata Misran.

Prestasi di Semarang disebut menjadi salah satu pencapaian terbaik Aceh dalam 23 tahun terakhir. Raihan peringkat keempat, 10 gelar juara utama, dan 12 juara harapan kini menjadi modal bagi Aceh untuk meningkatkan pembinaan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional 2028 sebagai tuan rumah.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru