Friday, August 7, 2026

Tanda-tanda Kehancuran Bumi: Sejarah 252 Juta Tahun Lalu

Share

Penelitian Terbaru: Pemanasan Laut dan Penipisan Oksigen Kembali Ancam Kehancuran ala 252 Juta Tahun Lalu

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Universitas Stanford mengungkap bahwa fenomena pemanasan lautan dan penipisan oksigen, yang menjadi pemicu kepunahan massal 252 juta tahun lalu, kini kembali mengintai akibat perubahan iklim. Kajian ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai mengapa banyak organisme laut yang menguasai Bumi dalam kurun waktu ratusan juta tahun lenyap secara misterius pada peristiwa kepunahan massal Permian.

Pemanasan Laut dan Penipisan Oksigen: Penyebab Kepunahan Massal

Menurut penelitian ini, kombinasi antara pemanasan laut dan penipisan oksigen menjadi faktor utama yang menyebabkan kepunahan massal berbagai spesies. Sekitar 252 juta tahun lalu, letusan gunung berapi besar mengeluarkan gas rumah kaca dalam jumlah besar ke atmosfer, yang kemudian merubah drastis suhu global. Peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan “Kepunahan Besar” yang berhasil memusnahkan sekitar 90% spesies laut dan 70% spesies vertebrata darat.

Sebelum terjadinya bencana tersebut, kelompok hewan purba mendominasi dasar laut. Namun, setelah peristiwa itu, organisme yang lebih modern seperti moluska, ikan, bintang laut, dan landak laut secara perlahan mengambil alih posisi tersebut. Para ilmuwan juga menemukan bahwa organisme purba hanya mampu bertahan dalam lingkungan dengan kadar oksigen rendah saat dalam keadaan istirahat. Namun, keunggulan tersebut hilang saat mereka aktif, sehingga membuat mereka rentan terhadap perubahan lingkungan drastis seperti pemanasan global dan penurunan oksigen di lautan.

Peringatan Perubahan Iklim: Sejarah Kehidupan Bumi Berulang?

Temuan ini menjadi peringatan bagi kita bahwa efek pemanasan global dan penurunan kadar oksigen di lautan dapat membawa dampak yang sangat besar terhadap kehidupan di Bumi, bukan hanya bagi spesies laut tetapi juga spesies darat. Sejarah membuktikan bahwa perubahan iklim yang ekstrim dapat menyebabkan kepunahan massal, dan menjadi tanggung jawab kolektif untuk melakukan tindakan pencegahan demi menjaga keseimbangan ekosistem Bumi.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru