Kondisi jalan nasional yang menghubungkan wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) menjadi perhatian serius masyarakat, terutama di area Kabupaten Pakpak Bharat dan Kota Subulussalam. Surat terbuka dilayangkan kepada sejumlah pejabat, dari Gubernur Sumatera Utara hingga Presiden Republik Indonesia, mengenai kekhawatiran akan kondisi jalan yang dianggap sangat berbahaya. Ketidakamanan terutama dirasakan di titik rawan Jurang Lae Kombih, dengan tikungan tajam, jurang curam, dan minimnya fasilitas pengaman seperti guardrail. Warga seperti Jhoni Bancin dari Lae Ikan merasa khawatir akan keselamatan mereka setiap melintasi jalan tersebut, menyatakan banyak korban jiwa akibat kecelakaan di kawasan Jurang Lae Kombih. Meskipun telah dilaporkan berulang kali, masyarakat belum melihat tindakan konkret untuk memperbaiki kondisi jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serupa di masa mendatang. Masyarakat mengajukan tiga tuntutan utama kepada pemerintah, termasuk pemasangan palang pengaman, perbaikan jalan, dan peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas. Mereka berharap respon cepat dari pemerintah untuk mencegah lebih banyak korban jiwa di masa mendatang dan menekankan pentingnya keselamatan warga dan pengguna jalan sebagai prioritas utama.
Share
Berita Lainnya
