Friday, June 12, 2026

Suluk Ramadhan 1447 H: Jamaah Aceh Beribadah bersama

Share

Jamaah dari berbagai daerah di Provinsi Aceh berpartisipasi dalam ibadah suluk Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Dayah Darul Aman, Gampong Lampuuk Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Ketua Yayasan Dayah Darul Aman, Tgk Saifullah, menjelaskan bahwa ibadah suluk di pesantren tersebut merupakan tradisi setiap bulan Ramadhan dan tahun ini diikuti oleh puluhan orang dari berbagai kabupaten kota di Aceh. Jumlah peserta suluk tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dikarenakan dampak bencana alam yang melanda sebagian wilayah Aceh pada akhir November 2025.

Meskipun demikian, sebagian korban bencana juga ikut serta dalam ibadah suluk karena mereka melihatnya sebagai bagian dari proses pemulihan trauma. Ibadah suluk dianggap sebagai cara untuk membersihkan jiwa, di mana jamaah berzikir dalam hati untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan. Partisipan suluk tidak terbatas pada usia tertentu dan bisa diikuti oleh siapa saja. Zikir dilakukan secara intensif, hingga mencapai 70 ribu kali, diiringi dengan pola makan vegetarian untuk menjaga emosi agar tidak terpengaruh selama ibadah.

Suluk merupakan bentuk ibadah utamanya berzikir yang telah menjadi tradisi di Aceh sejak 1970-an, diperkenalkan oleh ulama Abuya Sjech Muda Waly Al Khalidi. Ibadah suluk kemudian disebarluaskan ke berbagai daerah di Provinsi Aceh oleh murid-murid Abuya Sjech Muda Waly. Dengan demikian, ibadah suluk menjadi ritual penting bagi masyarakat Aceh untuk mengekspresikan spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Tuhan selama bulan suci Ramadhan.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru