Sunday, May 17, 2026

Suksesnya Budidaya Lobster Air Tawar ASN Aceh Barat: Solusi Ekonomi Masyarakat

Share

Sekretaris Camat Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Said Wahyu, telah sukses dalam budidaya lobster air tawar setelah menjalani bisnis rumahan selama dua tahun terakhir. Menurutnya, proses budidaya lobster air tawar tersebut sangatlah sederhana dan tidak rumit, hanya perlu dimasukkan ke dalam air. Said Wahyu, mantan ASN yang berpengalaman di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Barat, membagikan kisah suksesnya dalam mengembangkan budidaya lobster air tawar. Mendasarkan pada pengalamannya di pemerintahan, ia memilih untuk fokus pada budidaya lobster karena dianggap lebih menguntungkan dan mudah dikelola dibandingkan budidaya air tawar lainnya seperti budidaya ikan lele.

Dalam budidaya lobster air tawar, perawatan yang minim dan biaya penyediaan pakan yang relatif rendah merupakan keuntungan utama. Pakan yang digunakan dapat berasal dari bahan alami di sekitar rumah seperti daun ketapang kering. Selain itu, pemilik dapat meninggalkan tambak selama beberapa hari dengan memberikan stok daun ketapang sebagai pakan alami kepada lobster. Dalam dua tahun terakhir, Said Wahyu berhasil memanen ratusan kilogram lobster. Harga jual lobster air tawar, yang mencapai Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga ikan lele yang rata-rata Rp25.000 per kilogram. Selain menjual daging konsumsi, ia juga berhasil meraup keuntungan dari penjualan bibit atau indukan lobster.

Meskipun skala produksi masih terbatas, pemasaran lobster tidak mengalami kendala berarti. Dengan jaringan grup WhatsApp yang tersebar di seluruh Indonesia, stok lobster dapat didistribusikan ke berbagai daerah seperti Provinsi Bali dan Kota Medan, Sumatera Utara. Said Wahyu berharap kesuksesannya bisa mendorong masyarakat desa lainnya untuk ikut membudidayakan lobster air tawar guna meningkatkan taraf hidup. Budidaya lobster ini dilakukan bukan hanya sebagai hobi atau tambahan pendapatan ekonomi pribadi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan yang digalakkan oleh pemerintah dan Pemkab Aceh Barat.

Menurut Said Wahyu, tidak ada persaingan yang merugikan di pasar lobster karena permintaan pasar masih tinggi sementara pasokan seringkali tidak mencukupi. Ini menggambarkan potensi besar dalam bisnis budidaya lobster air tawar. Semua ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan solusi ekonomi bagi masyarakat, tanpa memerlukan modal besar. Mahataku artikel dari Antara yang ditulis oleh Teuku Dedi Iskandar dan diedit oleh Febrianto Budi Anggoro.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru