Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam penanganan bencana seperti yang terjadi akhir November 2025 di Aceh. Rektor USK, Prof. Marwan, menyampaikan bahwa universitas telah mengambil berbagai langkah inovatif untuk membantu korban bencana, termasuk kebijakan afirmatif dan langsung turun ke lokasi bencana.
Dalam sambutan di Sidang Terbuka Wisuda ke-168, Prof. Marwan menjelaskan bahwa kebijakan afirmatif USK termasuk memberikan keringanan biaya hingga beasiswa kepada 3.706 mahasiswa yang terdampak bencana. Selain itu, bantuan juga disalurkan melalui berbagai program seperti Rumah Amal Masjid Jamik, layanan kesehatan primer, dan kebersihan sanitasi warga.
Lebih lanjut, USK melaksanakan program pengabdian lapangan dengan melibatkan 719 mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan dan 1.050 mahasiswa program ‘Mahasiswa Berdampak’ ke wilayah terdampak. Prof. Marwan menekankan pentingnya ilmu pengetahuan memberikan manfaat dan empati kepada masyarakat.
Hal ini juga ditekankan sebagai tanggung jawab bersama alumni USK dengan jumlah mencapai 172.240 orang di seluruh dunia. Prof. Marwan memberi pesan kepada para lulusan untuk tetap optimis menghadapi perubahan era digital dan kecerdasan buatan. Dunia kerja membutuhkan individu yang cerdas, kreatif, tangguh, dan bermoral.
Akhirnya, rektor USK menekankan bahwa ilmu yang dimiliki akan memberikan makna ketika digunakan untuk kebaikan sesama. Sehingga, alumni diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dalam menjalani kehidupan.
