TNI Bangun Jembatan Gantung di Pedalaman Gayo Lues
Prajurit TNI Angkatan Darat (AD) kembali membuktikan kemanunggalannya dengan rakyat dengan membangun jembatan gantung di pedalaman Desa Bustanussalam, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Hal ini dilakukan untuk membuka akses yang sebelumnya terisolir bagi masyarakat setempat.
Jembatan Gantung sebagai Solusi
Jembatan gantung tersebut dibangun oleh prajurit TNI AD dari Koramil 03/Blangkejeren jajaran Kodim 0113/Gayo Lues dan personel Yon TP 855/Raksaka Dharma. Mereka harus menghadapi medan ekstrem dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga bahan material harus diangkut dengan cara memikul, berjalan kaki, dan menggunakan motor trail dinas TNI.
Jembatan gantung yang sedang dibangun bersama masyarakat setempat memiliki panjang 70 meter. Sebelum adanya jembatan ini, warga Desa Bustanussalam harus menyeberangi sungai berarus deras dengan risiko nyawa setiap kali beraktivitas, terutama saat mengantarkan jenazah menuju tempat pemakaman umum (TPU).
Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat. Masyarakat setempat pun antusias menyambut proyek ini dan turun langsung membantu para prajurit dalam pembangunannya.
Harapannya, jembatan gantung ini dapat meningkatkan mobilitas, keselamatan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bustanussalam yang sebelumnya terisolir. Kodim 0113/Gayo Lues terus berupaya mempercepat pembangunan jembatan di wilayahnya sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
