Saturday, September 5, 2026

Solusi Bantuan Air Bersih & Pemulihan Pasca Banjir Aceh Timur

Share

Bantuan Air Bersih dan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Timur

Memasuki musim kemarau tahun ini, warga Aceh Timur menghadapi tantangan yang familiar namun berbeda dari sebelumnya. Sebagian sumur warga yang sempat tercemar pascabanjir bandang akhir 2025 belum sepenuhnya pulih. Bagi mereka, ketersediaan air bersih kini menjadi perhatian yang berkelanjutan – tidak lagi sekadar persoalan musiman, melainkan kebutuhan dasar yang harus dipastikan sepanjang tahun.

Perjuangan Warga dalam Mencari Air Bersih

Wahyuni, warga Desa Julok, masih ingat dengan jelas bagaimana enam bulan lalu mereka kehilangan akses terhadap air bersih dalam hitungan hari. “Masalah terbesar yang kami hadapi adalah air bersih. Banyak sumur warga yang tercemar dan airnya tidak bisa digunakan,” ujarnya, mengingat kembali kondisi pascabanjir bandang yang melanda Aceh Timur pada 26 November 2025.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan yang luas dan berlapis di delapan kecamatan. Selain merusak infrastruktur dan harta benda, banjir mencemari sumber-sumber air warga yang selama ini menjadi sandaran kebutuhan rumah tangga. Air yang sebelumnya tersedia dari sumur di sekitar rumah menjadi keruh, bercampur lumpur dan limbah, sehingga tidak lagi layak digunakan.

Usaha Kolaborasi dalam Pemulihan

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Medco E&P Malaka bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendistribusikan 1,13 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak banjir. Empat unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk menjangkau 56 desa di Kecamatan Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, Nurussalam, dan Peureulak.

Distribusi yang dimulai sejak 3 Desember 2025 ini berlangsung secara berkelanjutan hingga masa pemulihan pascabencana. Setiap pagi, warga keluar dari rumah membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung untuk mendapatkan pasokan air. Bagi mereka, air bersih menjadi kebutuhan paling vital untuk menjalankan aktivitas sehari-hari setelah sumber air warga tercemar.

Selain bantuan air bersih, Medco E&P Malaka juga mengerahkan peralatan berat untuk membuka kembali akses jalan dan membersihkan fasilitas kesehatan yang terdampak banjir. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pascabanjir di Aceh Timur.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru