Elon Musk menghadapi skandal hukum yang melibatkan chatbot AI Grok miliknya setelah fitur “spicy mode” digunakan untuk membuat konten pornografi dengan memanipulasi foto anak di bawah umur. Tiga remaja perempuan menuntut perusahaan AI Musk ke pengadilan federal California atas klaim tersebut. Fitur kontroversial ini, yang dirilis pada tahun lalu, disebut-sebut melanggar batasan etika demi mendongkrak penggunaan dengan menghasilkan jutaan gambar bernuansa seksual dalam waktu singkat. Lebih dari 20.000 gambar anak ditemukan dalam sampel tersebut, menyebabkan dampak emosional yang merusak pada korban yang gambar-gambarnya dimanipulasi. Meskipun Musk awalnya menolak tanggung jawab, investigasi polisi berhasil mengungkap jaringan kejahatan yang mengedarkan konten pelecehan seksual ini. Pelaku utama telah ditangkap, namun tragedi ini membuka mata akan risiko eksploitasi chatbot AI yang tidak diatur dengan baik.
Share
Berita Lainnya
