CALANG – Siswa Sekoleh Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Krueng Sabee belajar Ilmu Pengatahuan Alam (IPA) tentang pencahayaan dengan menggunakan aplikasi sandal jepit, pensil dan lem.

Sementara murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 mengaplikasikan metode pembelajaran matematika “tikungan maut”. Metode itu merupakan hasil kreasi guru dan siswa dengan menggunakan media kartun, dadu, dan gambar sederhana.

Para pelajar tersebut menjelaskan aplikasi sederhana pembelajaran di hadapan Pejabat (Pj) Kepala Dinas Pendidikan, Edwar pada rapat dengan pemangku kepentingan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Calang, Kamis, 18 Mei 2017.

Edwar mengakui pembelajaran di sekolah dan madrasah di Aceh Jaya menjadi lebih menarik, relevan dan efektif, manajemen sekolah lebih partisipatif, akuntabel dan terfokus pada peningkatan mutu pembelajaran.

“Perubahan ini patut kita apresiasi dan fasilitator daerah yang menjadi motor penggeraknya akan tetap diberdayaan untuk melatih guru secara berkelanjutan,” jelasnya.

Edwar menambahkan, salah satu satu strategi yang terbaik adalah dengan tetap mengaktifkan atau revitalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sehingga pelatihan dapat terpusat di cluster-cluster yang berdekatan dengan sekolah guru yang bersangkutan. “Guru sebagai pendidik harus terus berlatih untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengajar,” harapnya.[HK]

Previous articlePekerja Tambang Emas Ilegal Dibacok Teman Sendiri
Next articleHonor Keuchik 81 Desa di Banda Aceh Menunggak
Redaksi Teropong Aceh. Email: [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here