Di tengah upaya raksasa teknologi Silicon Valley untuk mengumpulkan data berkualitas tinggi dari manusia guna melatih kecerdasan buatan (AI), sebuah tren baru dalam pekerjaan lepas telah muncul. Ribuan orang mulai menjual video pribadi mereka sebagai cara untuk menghasilkan uang dalam waktu singkat, meskipun dengan risiko tertentu. Menurut laporan dari The Guardian, bagi banyak orang terutama di negara berkembang, menjual data ke AI menjadi solusi praktis untuk menghadapi masalah pengangguran, inflasi, dan ketidaksetaraan ekonomi. Uang yang diperoleh dari platform seperti Kled AI, Silencio, atau Neon Mobile sangat berharga bagi mereka, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari atau menabung untuk keperluan pribadi.
Namun, dibalik bayaran yang diterima terdapat konsekuensi yang tidak terduga. Saat mengunggah data ke platform-platform tersebut, pengguna seringkali tanpa sadar menyetujui perjanjian lisensi eksklusif, bebas royalti, dan tidak dapat dibatalkan. Ini berarti perusahaan AI memiliki hak untuk menggunakan data tersebut untuk membuat “karya turunan” tanpa batas waktu. Profesor hukum Enrico Bonadio mengungkapkan bahwa para kontributor nyaris tidak memiliki opsi untuk membatalkan kesepakatan tersebut atau bernegosiasi ulang tentang ketentuan yang ada. Ini menunjukkan bahwa di balik manfaat finansial yang didapat, pengguna perlu berhati-hati dan memahami konsekuensi jangka panjang dari tindakan mereka saat menjual data pribadi kepada kecerdasan buatan.
