Sunday, October 11, 2026

Sinyal Radio dari Eksoplanet Terdeteksi, Astronom Ungkap Fakta

Share

Untuk pertama kalinya, astronom berhasil mengaitkan sinyal radio secara langsung dengan sebuah eksoplanet, bukan sekadar dengan sistem bintang tempat planet itu berada. Sinyal berulang tersebut terdeteksi dari Beta Pictoris b, planet raksasa gas yang masih berusia sangat muda dan berjarak sekitar 63,4 tahun cahaya dari Bumi.

Penemuan ini dilakukan menggunakan MeerKAT, jaringan teleskop radio berskala besar yang berada di Afrika Selatan. Para ilmuwan dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mengarahkan sistem tersebut ke sistem Beta Pictoris dalam empat periode pengamatan yang berlangsung pada 2025 dan 2026.

Sinyal dikaitkan dengan Beta Pictoris b

Sistem Beta Pictoris diketahui memiliki empat planet yang mengorbit bintangnya, yakni Beta Pictoris a, b, c, dan d. Kondisi itu membuat identifikasi sumber sinyal menjadi tantangan tersendiri. Selama ini, sinyal radio yang terdeteksi dari sebuah sistem bintang belum tentu dapat dipastikan berasal dari salah satu planetnya karena bisa tertutup atau tercampur dengan radiasi dari bintang induk.

Dalam pengamatan terhadap Beta Pictoris, karakteristik bintang dan sifat khusus sinyal yang terekam membantu peneliti memisahkan sumbernya. Hasilnya, sinyal tersebut dapat diidentifikasi berasal dari Beta Pictoris b, bukan hanya dari keseluruhan sistem bintang Beta Pictoris.

Para astronom menangkap gelombang radio pendek yang muncul berulang. Menurut para peneliti, pola tersebut kemungkinan berkaitan dengan medan magnet kuat yang mengelilingi planet. Medan magnet itu diperkirakan memicu aurora, serupa dengan fenomena aurora di Bumi, tetapi dengan kekuatan ribuan kali lebih besar.

Bukan pesan dari peradaban luar angkasa

Sinyal radio tersebut tidak dianggap sebagai pesan yang dikirimkan oleh peradaban luar angkasa. Penjelasan yang dikemukakan para peneliti berkaitan dengan proses alamiah di sekitar Beta Pictoris b, khususnya aktivitas medan magnet planet dan aurora yang dihasilkannya.

Fenomena semburan radio yang dipicu aurora sebelumnya telah diamati pada sejumlah planet di tata surya serta beberapa bintang kerdil superdingin. Namun, hingga penemuan ini, belum ada sinyal yang dapat dipastikan berasal langsung dari sebuah eksoplanet, terpisah dari bintang induknya.

Keberhasilan mengidentifikasi sumber sinyal memberi astronom cara baru untuk mempelajari karakteristik dan lingkungan planet di luar tata surya. Pengamatan radio seperti ini dapat membantu mengungkap keberadaan serta kekuatan medan magnet eksoplanet, meski dalam kasus Beta Pictoris b, sinyal yang ditemukan dipahami melalui indikasi aurora dan bukan komunikasi buatan.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru