Sunday, October 11, 2026

Singapura Kerahkan Robot AI untuk Jaga Keamanan Publik

Share

Singapura mulai menyiapkan pengerahan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung pekerjaan yang berkaitan dengan keselamatan publik. Teknologi tersebut ditargetkan mulai digunakan secara aktif pada 2028, dengan petugas penanganan bahan berbahaya (Hazmat), petugas lembaga pemasyarakatan, dan petugas forensik sebagai beberapa pengguna awal.

Robot-robot itu akan ditempatkan sebagai rekan kerja aparat keamanan Home Team, bukan sebagai pengganti personel manusia. Penggunaannya diarahkan pada tugas yang bersifat rutin, membutuhkan tenaga fisik besar, atau berisiko bagi keselamatan petugas.

Robot diuji untuk tugas berisiko

Menteri Kedua Dalam Negeri Singapura Edwin Tong mengatakan, pembagian tugas tersebut memungkinkan anggota Home Team memusatkan perhatian pada pekerjaan yang membutuhkan empati, penilaian, dan kepemimpinan.

“Robot akan mengambil alih tugas-tugas rutin, pekerjaan yang menuntut fisik berat, atau tugas-tugas berbahaya,” ujar Tong saat meluncurkan Home Team Humanoid Robotics Centre (H2RC) di One-North pada Rabu.

Ia melanjutkan, “Anggota tim kemudian dapat berfokus pada tugas-tugas yang membutuhkan empati, penilaian, dan kepemimpinan—kualitas yang mengandalkan naluri manusia.”

Sejumlah kemampuan robot saat ini masih berada dalam tahap uji coba. Salah satunya adalah mengirimkan pasokan penting ke ambulans. Robot juga diuji untuk mendukung operasi penanganan bahan berbahaya yang dilakukan Singapore Civil Defence Force (SCDF).

Pengujian lainnya mencakup pelaksanaan investigasi setelah terjadi pengeboman serta pemeriksaan sel penjara. Rangkaian fungsi tersebut menempatkan robot pada pekerjaan yang dapat melibatkan kondisi berbahaya, aktivitas fisik, atau tugas berulang di lingkungan operasional aparat.

Pusat robotika didukung dana USD100 juta

Pengembangan dan pengujian robot humanoid itu dilakukan melalui H2RC, pusat yang dioperasikan oleh Home Team Science and Technology Agency (HTX). Pusat tersebut mendapat alokasi dana sebesar USD100 juta.

Dana itu ditujukan untuk mendukung berbagai program yang dirancang guna meningkatkan keselamatan publik. Melalui pusat tersebut, teknologi robotika dikembangkan dan diuji untuk kebutuhan sejumlah unit dalam Home Team, termasuk layanan penanganan darurat, penyelidikan forensik, dan pengawasan di lembaga pemasyarakatan.

Pengerahan aktif yang direncanakan pada 2028 akan menjadi tahap lanjutan setelah robot-robot tersebut melewati pengujian pada berbagai fungsi. Berdasarkan rencana yang disampaikan, penerapan teknologi itu tetap menempatkan personel manusia sebagai pengambil keputusan dalam tugas-tugas yang membutuhkan pertimbangan, empati, serta kepemimpinan.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru