Integrasi On-Device AI pada lini Samsung Galaxy S Series telah mengubah standar kecerdasan buatan seluler pada tahun 2026. Ponsel pintar tidak lagi hanya sebagai alat komunikasi pasif, tetapi juga sebagai asisten kerja proaktif yang membantu penggunanya. Melalui pendekatan On-Device AI, Samsung menghadirkan inovasi pemrosesan data langsung di dalam perangkat keras, meningkatkan privasi serta respons instan tanpa perlu tergantung pada komputasi awan.
Dominasi kecerdasan buatan semakin berkembang di pasar smartphone flagship saat ini, terbukti dengan tingkat penggunaan Galaxy AI yang meningkat drastis dari tahun ke tahun. Samsung membenamkan Neural Processing Unit (NPU) ke dalam prosesor terbaru mereka, kolaborasi dengan Qualcomm Snapdragon untuk mengeksekusi AI generatif di dalam perangkat.
Perjalanan Samsung dalam membangun ekosistem AI dimulai sejak diperkenalkannya asisten suara Bixby pada tahun 2017. Puncaknya terjadi pada awal tahun 2024 dengan diluncurkannya fondasi Galaxy AI pada lini Galaxy S24 Series. Fitur ini telah menjangkau pengguna di lebih dari 400 juta perangkat di seluruh dunia, membawa pengalaman AI mulus kepada pengguna Samsung. Evolusi Galaxy AI tidak hanya tentang fitur baru, tetapi juga tentang demokratisasi teknologi yang semakin merata ke seluruh ekosistem perangkat Samsung.
