Sunday, October 11, 2026

Robot Biksu AI Diperkenalkan untuk Sebarkan Ajaran Agama

Share

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai merambah ruang keagamaan melalui kehadiran robot yang dirancang menyerupai biksu. Robot tersebut tidak hanya menampilkan bentuk humanoid, tetapi juga diprogram untuk berinteraksi dengan manusia dan menyampaikan ajaran agama.

Buddharoid Dibekali Teks dan Kitab Buddha

Salah satu contoh terbaru datang dari Jepang. Tim peneliti Universitas Kyoto memperkenalkan Buddharoid, robot biksu berbasis AI yang dirancang untuk menyampaikan ajaran Buddha. Robot ini diperkenalkan sekitar Februari lalu sebagai bagian dari proyek yang dipimpin Profesor Seiji Kumagai dari Institute for the Future of Human Society.

Buddharoid dikembangkan dengan memanfaatkan kumpulan teks dan kitab suci Buddha yang telah berusia berabad-abad. Materi tersebut menjadi dasar bagi robot untuk menyampaikan ajaran keagamaan kepada manusia. Untuk memperkuat kesan sebagai sosok biksu, Buddharoid juga mengenakan jubah yang menyerupai pakaian biksu.

Menurut laporan Eurasia Review, robot humanoid itu dirancang untuk melakukan sejumlah gerakan yang lazim diasosiasikan dengan biksu dalam praktik keagamaan. Buddharoid dapat berjalan perlahan, membungkuk sebagai bentuk penghormatan, serta merapatkan kedua telapak tangan dalam posisi berdoa yang dikenal sebagai gassho.

Penggunaan penampilan dan gerak tubuh tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan dampak psikologis yang lebih nyata ketika robot berhadapan dengan manusia. Dengan kata lain, interaksi tidak hanya mengandalkan suara atau teks, tetapi juga memanfaatkan simbol visual dan gestur yang berkaitan dengan tradisi Buddha.

Jepang Menghadapi Kekurangan Biksu

Kehadiran Buddharoid juga dikaitkan dengan kondisi sosial di Jepang. Negara tersebut dilaporkan menghadapi kekurangan biksu yang kritis di tengah populasi yang menua. Dalam konteks itu, robot berbasis AI dipandang sebagai salah satu solusi potensial untuk membantu penyampaian ajaran agama.

Meski demikian, informasi yang tersedia tidak menyebutkan bahwa Buddharoid telah menggantikan peran biksu manusia. Robot tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari integrasi teknologi AI dengan praktik keagamaan, terutama dalam hal interaksi dan penyampaian ajaran Buddha.

Robot Biksu Juga Dikembangkan di Negara Lain

Jepang bukan satu-satunya negara yang mengembangkan teknologi serupa. Beberapa bulan setelah pengenalan Buddharoid, Korea Selatan memperkenalkan Gabi, yang diyakini sebagai robot biksu pertama dari jenisnya di negara tersebut.

Namun, pemanfaatan teknologi untuk menyebarkan ajaran agama sebenarnya bukan hal baru. Tiongkok telah lebih dahulu memperkenalkan Xian’er, robot biksu berbasis AI, pada 2016. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan robot dalam lingkungan keagamaan telah berlangsung selama beberapa tahun, jauh sebelum Buddharoid dan Gabi diperkenalkan.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru