Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan modifikasi cuaca guna mengurangi volume hujan yang sering menyebabkan banjir di Jakarta pada awal tahun 2026. Meskipun teknologi modifikasi cuaca ini sedang diimplementasikan, namun tidak ada jaminan keamanan sepenuhnya, karena ada risiko yang harus dipertimbangkan. Modifikasi cuaca sendiri mengacu pada serangkaian teknik yang bertujuan untuk mengubah pola cuaca dan curah hujan di wilayah lokal atau regional tanpa memengaruhi iklim secara menyeluruh. Beberapa proyek modifikasi cuaca melibatkan penyemaian awan dengan partikel AgI atau bahan kimia lainnya untuk menstimulasi hujan atau salju, serta metode lain untuk mengatasi badai hujan es atau mengurangi kabut. Kegiatan ini merupakan intervensi sengaja di atmosfer Bumi untuk mempengaruhi kondisi cuaca lokal, yang umumnya melibatkan penyebaran zat ke dalam awan dengan tujuan mengubah pola curah hujan, mengurangi hujan es, atau menghilangkan tutupan awan. Meskipun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) tidak mempromosikan atau melarang modifikasi cuaca, kegiatan terkait modifikasi cuaca yang dilakukan WMO bertujuan untuk mendorong penelitian ilmiah serta menetapkan praktik terbaik dalam proyek penelitian dan operasional.
Share
Berita Lainnya
