Tim Emergency Medical Team (EMT) dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memberikan layanan kesehatan spesialistik untuk masyarakat terdampak bencana di daerah terisolir Kabupaten Aceh Timur. Dalam keterangan resminya, Pimpinan Tim EMT Muhammadiyah, dr M Irfan Rizaldy, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari misi besar MDMC di Aceh Timur. Tim ini berhasil menjangkau wilayah terisolir di Dusun Sarah Raja, Desa Sah Raja, dan Dusun Sijuk Desa Sijudo. Mereka bekerja sama dengan tenaga profesional dari berbagai rumah sakit seperti RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS AMC, PKU Bantul, PKU Gombong, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Perjalanan menuju lokasi pengungsian menuntut perjuangan fisik karena harus melewati medan yang sulit diakses oleh kendaraan biasa. Mobilisasi tim dilakukan dalam beberapa tahap yang melibatkan penggunaan kendaraan 4×4 dan motor trail untuk mencapai lokasi yang terpencil. Meskipun fasilitas terbatas, tim EMT Muhammadiyah tetap mampu memberikan layanan medis yang memadai, termasuk pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dan dokter umum.
Kehadiran tim ini sangat dinanti oleh masyarakat setempat yang sudah lama tidak mendapatkan akses layanan kesehatan. Mereka telah menangani 86 pasien dengan berbagai keluhan seperti penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, dan kelelahan ekstrem. Selain memberikan obat-obatan, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada para pengungsi di wilayah tersebut.
MDMC merupakan lembaga penanggulangan bencana Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak dalam kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rehabilitasi pascabencana di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, tim MDMC telah melayani lebih dari 900 warga di berbagai daerah di Aceh Timur. Mereka terus berupaya untuk memastikan layanan kesehatan di wilayah terisolir tetap berjalan dengan merencanakan rotasi tim yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2026. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan kesehatan dan pendampingan psikososial terus berlangsung hingga pemulihan pasca bencana selesai.
