Sunday, March 15, 2026

Rehabilitasi DAS Peusangan Aceh: Solusi Pascabencana dari Hulu ke Hilir

Share

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I tengah melakukan upaya penanganan terpadu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan Aceh setelah terjadi banjir dan longsor di wilayah tersebut. Kepala BWS Sumatera I, Asyari, menegaskan komitmen Kementerian PU dalam penanganan DAS Peusangan secara menyeluruh dari hulu ke hilir sungai.

Pasca bencana, DAS Peusangan menjadi sorotan utama karena kerusakan yang ditimbulkannya pada infrastruktur sumber daya air dan aktivitas masyarakat di sepanjang aliran sungai. Sungai yang melintasi empat daerah ini, yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, hingga Lhokseumawe menjadi prioritas penanganan oleh tim teknis dari Kementerian PU.

Pendataan lapangan dan penyusunan desain penanganan menyeluruh DAS Peusangan sedang dilakukan oleh tim teknis dari Balai Teknik Sungai dan Balai Teknik Irigasi. Beberapa rencana infrastruktur seperti pembangunan sabo dam dan sand pocket direncanakan untuk hulu sungai guna mengendalikan sedimen saat banjir.

Di bagian tengah DAS Peusangan, fokus penanganan akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur sumber daya air yang rusak, termasuk bendung, jembatan, dan tebing sungai. Sementara itu, pada bagian hilir, pengerukan sungai dan perbaikan muara dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai.

Penanganan terpadu ini bertujuan untuk meminimalkan risiko banjir dan kerusakan lingkungan di DAS Peusangan dan menciptakan sistem pengelolaan sungai yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat. Tindakan rehabilitasi pasca bencana yang dilakukan di kawasan DAS Peusangan diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru