Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat mencatat realisasi investasi pada tahun 2025 di daerah tersebut mencapai Rp764,79 miliar atau turun 53 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai angka Rp1,63 triliun lebih. Meski terjadi penurunan nilai investasi, jumlah laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) mengalami peningkatan sebesar 37 persen. Total 1.191 laporan telah masuk ke DPMPTSP Kabupaten Aceh Barat.
Pada tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mencatat kenaikan investasi hingga Rp1,63 triliun lebih, dengan penerimaan tenaga kerja sebanyak 1.189 orang. Sedangkan pada tahun 2023, realisasi investasi di Kabupaten Aceh Barat mencapai Rp663,4 miliar lebih, dengan total tenaga kerja yang diserap sebanyak 1.249 orang.
Distribusi investasi per triwulan di tahun 2025 menunjukkan peningkatan, dengan puncak realisasi terjadi di triwulan keempat. Sektor pertambangan masih menjadi motor utama penggerak ekonomi di Kabupaten Aceh Barat, diikuti oleh sektor tanaman pangan, perkebunan, dan kehutanan.
Total perizinan dan nonperizinan yang diterbitkan oleh DPMTSP Kabupaten Aceh Barat sepanjang tahun 2025 mencapai 3.253 dokumen. DPMPTSP Aceh Barat berhasil mengelola anggaran sebesar Rp5,88 miliar dengan tingkat realisasi mencapai 95,15 persen.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang transparan, mudah diakses, dan memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Jumlah serapan tenaga kerja di Kabupaten Aceh Barat juga terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu, Pemerintah Aceh telah menyetujui dana rehabilitasi bencana di Aceh Barat sebesar Rp1,28 triliun.
