Tuesday, April 21, 2026

Pulihkan Ekonomi Aceh Tamiang dengan Tanaman Timun Suri

Share

Petani di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang memilih menanam timun suri untuk memulihkan ekonomi setelah banjir melanda. Dalam upaya pemulihan ekonomi ini, timun suri menjadi komoditas unggulan yang memberi hasil memuaskan. Para petani di desa ini beralih menanam timun suri setelah lahan pertanian mereka tergenang air dan lumpur akibat bencana banjir. Keputusan untuk menanam timun suri diambil hanya dua minggu setelah banjir surut sebagai strategi cepat untuk tetap mendapatkan penghasilan di tengah kondisi sulit. Pengusaha petani ini melihat meningkatnya keuntungan dari menanam timun suri tahun ini disebabkan oleh penurunan jumlah petani yang menanam komoditas ini.

Desa Rantau Panjang dikenal sebagai central timun kapur Aceh Tamiang dengan hanya tujuh petani yang menggarap lahan timun suri. Hal ini merupakan penurunan dari tahun-tahun sebelumnya di mana hampir seluruh warga desa menanam komoditas tersebut. Kondisi kelangkaan timun suri di pasar membuat harga penjualan dari petani cenderung stabil sejak awal Ramadhan. Harga timun suri ukuran besar dan sedang dijual sekitar Rp10 ribu per buah, sedangkan untuk ukuran kecil sekitar Rp6.000 per buah. Permintaan yang tinggi membuat harga timun suri stabil, bahkan petani langsung memasok hasil panen ke agen di Kota Langsa.

Meski prospek ekonomi menjanjikan, petani menghadapi kendala dalam merawat tanaman. Di lahan seluas 3.600 meter persegi miliknya, Rizi harus merawat tanaman di tengah cuaca panas dengan menyiram secara rutin dan melakukan pemupukan berkala untuk mengendalikan hama. Meski cuaca panas menjadi kendala, Rizi masih mampu melakukan panen dua kali dalam seminggu dengan sistem penjualan per buah. Petani muda ini optimis masa panen timun suri miliknya dapat bertahan hingga Idul Fitri mendatang.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru