Samsung Galaxy S26 series telah resmi diluncurkan dengan harga yang lebih tinggi, di tengah krisis global chip memori karena dampak ledakan industri AI. Peluncuran ini menandai fase baru dalam pasar smartphone 2026, dengan harga naik hingga 10-15 persen karena kelangkaan chip memori DRAM dan NAND yang dipicu oleh penggunaan yang besar dalam industri AI data center. Meskipun pasar smartphone sedang mengalami penurunan volume penjualan, Samsung memutuskan untuk meningkatkan harga Galaxy S26.
Harga Samsung Galaxy S26 (12/256GB) sekarang menjadi Rp16.499.000, naik sebesar Rp1.500.000 atau 10 persen dari sebelumnya. Sementara untuk varian S26 (12/512GB) dijual dengan harga Rp19.499.000, mencatatkan kenaikan sebesar Rp2.500.000 atau 14,71 persen. Sedangkan Galaxy S26+ (12/256GB) dijual seharga Rp19.499.000, naik sebesar Rp1.500.000 atau sekitar 8,33 persen. Versi S26+ (12/512GB) kini dibanderol Rp22.499.000, sedangkan Galaxy S26 Ultra (12/256GB) dengan harga Rp24.499.000, naik sebesar Rp1.500.000 atau 6,52 persen. Untuk versi S26 Ultra (12/512GB) dijual dengan harga Rp27.499.000, naik Rp2.500.000 atau 10 persen. Terakhir, S26 Ultra (16GB/1TB) dijual seharga Rp31.999.000, naik Rp3.000.000 atau 10,35 persen.
Kenaikan besar dalam harga smartphone ini terjadi di tengah proyeksi penurunan pasar smartphone global sebesar 2,1 persen pada tahun 2026, menurut laporan Counterpoint Research. Hal ini terjadi karena krisis chip memori yang diakibatkan oleh ekspansi besar infrastruktur AI di pasar global.
