Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tamiang mencatat bahwa dua bulan setelah banjir bandang, destinasi wisata alam di daerah tersebut masih lumpuh total dan tanpa pengunjung. Sebelum bencana, jumlah kunjungan wisatawan mencapai hampir 1.000 orang setiap pekan di satu lokasi objek wisata. Namun, saat ini akses jalan menuju destinasi masih terkendala lumpur dan kayu akibat bencana.
Destinasi wisata andalan seperti Gunung Pandan, Pantai Pulau Rukui, dan pemandian air panas di Desa Kaloy mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir dan tanah longsor. Fasilitas umum seperti homestay, pondok santai, gazebo dan MCK mengalami kerusakan berat. Seluruh destinasi wisata di Aceh Tamiang dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, dengan sekitar 50-60 persen fasilitas umum rusak.
Meskipun membutuhkan waktu lama untuk pemulihan, pihak terkait menargetkan salah satu objek wisata di wilayah hulu, Gunung Pandan Tenggulun, akan kembali beroperasi setelah lebaran Idul Fitri 2026. Upaya pemulihan destinasi wisata dilakukan dengan melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) desa, untuk mendata kerusakan fasilitas dan menyediakan alat yang diperlukan. Tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan minat pengunjung saat destinasi wisata di Aceh Tamiang sudah pulih dari dampak bencana.
