Sunday, October 11, 2026

Posko RATB Perkuat Ketangguhan Bencana Warga Bener Meriah

Share

Masyarakat di tiga desa sekitar Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, dilibatkan dalam penyusunan peta risiko bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Kegiatan tersebut digagas Posko Relawan Alang Tulung Beret Berbantu (RATB) bersama sejumlah mitra.

Desa yang terlibat ialah Rembune, Pantan Pendiangan, dan Bukit Mulie. Ketiganya berada di kawasan sekitar Gunung Burni Telong, gunung berapi yang berstatus Level II atau waspada.

Warga mengkaji risiko di wilayah masing-masing

Relawan Posko RATB, Ilham Aulia, mengatakan kegiatan itu diarahkan untuk meningkatkan kesadaran sekaligus kapasitas warga dalam menghadapi risiko bencana. Penguatan dilakukan melalui forum diskusi grup yang membahas mitigasi serta kondisi kebencanaan di masing-masing desa.

“Kami terus memperkuat ketangguhan bencana masyarakat. Penguatan ini kami lakukan dengan forum diskusi grup yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana,” kata Ilham dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Rabu.

Dalam forum tersebut, masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga ikut mengidentifikasi potensi ancaman di lingkungan tempat tinggal mereka. Warga bersama fasilitator menyusun peta bencana berdasarkan kondisi wilayah masing-masing agar informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendukung kesiapsiagaan desa.

Pemetaan itu mencakup sejumlah unsur penting, antara lain potensi ancaman bencana, jalur evakuasi, titik kumpul, fasilitas umum, lokasi kelompok rentan, serta sumber daya yang bisa dimanfaatkan ketika terjadi kondisi darurat.

Data peta dilanjutkan dengan verifikasi lapangan

Posko RATB melaksanakan kegiatan tersebut bekerja sama dengan Yayasan Rumah Bumi. Disaster Management Center Dompet Dhuafa turut dilibatkan sebagai fasilitator dan pemateri.

Setelah diskusi selesai, proses dilanjutkan dengan verifikasi lapangan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan data dan peta yang telah disusun bersama warga benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya di Desa Rembune, Pantan Pendiangan, dan Bukit Mulie.

Verifikasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan kawasan tanggap dan tangguh bencana. Melalui proses itu, informasi yang dibahas dalam forum dapat diperiksa kembali berdasarkan situasi nyata, termasuk keberadaan jalur evakuasi, titik berkumpul, fasilitas pendukung, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Ilham mengatakan keterlibatan langsung warga diharapkan membuat masyarakat lebih mengenali risiko di wilayahnya. Pengetahuan tersebut juga diharapkan membantu warga menentukan langkah evakuasi apabila menghadapi ancaman bencana.

“Kami berharap masyarakat semakin siap dan mengenal risiko bencana serta mampu menentukan langkah evakuasi dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujar Ilham.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru