Sunday, October 11, 2026

Polisi Selidiki Kematian Taruna Malahayati Aceh, Tubuh Kemerahan

Share

Polresta Banda Aceh menyelidiki kematian Muhammad Rasya Fadilla, 18 tahun, taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh yang meninggal di RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Minggu (27/9/2026). Polisi menaruh perhatian pada kondisi tubuh korban yang dilaporkan memar dan dipenuhi ruam kemerahan.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan penyebab kematian Rasya belum dapat dipastikan. Kepolisian telah berkoordinasi dengan dokter forensik RSUDZA untuk melakukan pemeriksaan luar melalui visum et repertum dan CT scan jenazah.

Kronologi sebelum korban meninggal

Rasya merupakan mahasiswa program Diploma III (D-III) Studi Nautika asal Kota Lhokseumawe. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun polisi, ia mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan sebelum menjalani perawatan di Poliklinik Poltekpel Malahayati Aceh.

Korban mendatangi poliklinik pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 16.21 WIB. Saat itu, petugas medis memeriksa tanda-tanda vitalnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah korban 131/74 mmHg, denyut nadi 104 kali per menit, dan suhu tubuh 39,7 derajat Celsius.

Setelah pemeriksaan, korban dipasangi infus untuk membantu menangani demam. Ia juga diberi obat minum untuk mengurangi nyeri. Namun, pada Minggu (27/9) sekitar pukul 10.17 WIB, muncul ruam kemerahan di tubuhnya.

Tim medis kemudian melakukan observasi. Menurut keterangan yang disampaikan kepolisian, ruam tersebut semakin banyak. Korban selanjutnya dirujuk ke RSUDZA dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.14 WIB pada hari yang sama.

Pemeriksaan forensik masih berlangsung

Kompol Dizha mengatakan pemeriksaan forensik diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh korban, termasuk memastikan adanya memar maupun ruam kemerahan. Polisi menyebut pemeriksaan tidak dilanjutkan dengan autopsi karena keluarga tidak memberikan izin.

Berdasarkan keterangan sementara dokter forensik RSUDZA, dr. Taufik, korban diduga meninggal karena sakit. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum et repertum dan CT scan jenazah.

Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian di lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh. Penyidik akan meminta keterangan dari pihak kampus dan sejumlah saksi yang mengetahui kondisi korban sebelum ia dirujuk ke rumah sakit.

“Penyelidikan ini untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia,” kata Kompol Dizha.

Poltekpel bantah dugaan kekerasan

Poltekpel Malahayati Aceh membantah isu yang menyebut Rasya mengalami kekerasan saat mengikuti orientasi di lingkungan kampus. Pengelola Kehumasan Poltekpel Malahayati Aceh, Andriyan, mengatakan pihaknya menyerahkan proses pemeriksaan kepada aparat kepolisian.

“Tidak benar adanya (kekerasan). Masih dalam tahap pemeriksaan ya, sejauh ini sedang proses,” ujar Andriyan saat dikonfirmasi.

Polresta Banda Aceh menyatakan penyelidikan tetap dilanjutkan dengan berkoordinasi bersama RSUDZA untuk memperoleh hasil pemeriksaan forensik dan CT scan serta melengkapi keterangan mengenai rangkaian peristiwa sebelum kematian korban.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru