Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Rumah Baca Aneuk Nanggroe (PKBM Ruman) Aceh membekali 20 peserta pendidikan kesetaraan dengan keterampilan membuat cairan sanitasi tangan atau hand sanitizer. Pelatihan di Banda Aceh itu diarahkan untuk memperkuat pemahaman kesehatan sekaligus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari program Paket B dan Paket C. Selain memperoleh pengetahuan mengenai kebersihan tangan, mereka juga menjalani praktik pembuatan cairan sanitasi tangan secara langsung. Keterampilan itu diharapkan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha.
Pendidikan kesehatan melalui praktik
Pembina PKBM Ruman Aceh, Ahmad Arif, mengatakan pelatihan tersebut menggabungkan pendidikan, kesehatan, dan keterampilan praktis. Menurut dia, pendekatan itu memberi nilai tambah bagi peserta pendidikan kesetaraan karena materi yang diterima tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga diterapkan melalui kegiatan langsung.
“Pelatihan pembuatan cairan sanitasi tangan ini diikuti 20 peserta pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C. Pelatihan ini sebagai bekal peserta didik mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat serta bisa menjadi peluang usaha,” kata Ahmad Arif di Banda Aceh, Senin.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Peserta mendapat penjelasan tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu memutus rantai penularan penyakit infeksi.
Setelah itu, peserta mempelajari penggunaan cairan sanitasi tangan secara tepat sebelum mengikuti praktik pembuatannya. Proses pelatihan menggunakan pendekatan learning by doing atau belajar sambil melakukan, sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung dalam setiap tahapan kegiatan.
Diharapkan diterapkan di lingkungan sekitar
Ahmad Arif mengatakan keterampilan yang diberikan tidak semestinya berhenti setelah pelatihan selesai. Ia berharap peserta dapat menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari serta membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Pelatihan itu mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Kota Banda Aceh. Ketua tim dari LPPM USK, Fajar Fakri, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menghubungkan pengetahuan kesehatan dengan keterampilan yang dapat dipraktikkan dalam keseharian.
Fajar menilai kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan tangan dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat apabila dipahami dan dilakukan secara konsisten. Penerapannya, kata dia, dapat berlangsung di lingkungan pendidikan, keluarga, maupun masyarakat.
“Kami berharap edukasi kesehatan tidak berhenti pada pengetahuan. Peserta perlu memahami alasan pentingnya kebersihan tangan, mengetahui cara penggunaan cairan sanitasi tangan yang tepat, sekaligus memiliki pengalaman membuatnya secara langsung,” kata Fajar.
