Sunday, October 11, 2026

PGE Salurkan 86.000 Barel Kondensat WK B untuk Domestik 2026

Share

Pema Global Energi (PGE) menyalurkan 86.000 barel kondensat dari Wilayah Kerja (WK) B untuk kebutuhan domestik dalam lifting kedua sepanjang 2026. Kegiatan pemuatan berlangsung pada 20–21 September 2026 menggunakan kapal MT Union Trust.

Total kargo yang diangkut dalam pengapalan tersebut mencapai 102.537,63 barel. Jumlah itu terdiri atas 86.000 barel kondensat WK B/PGE dan 16.537,63 barel milik PHE North Sumatra Offshore (PHE NSO).

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama

Lifting ini menjadi pengapalan kedua WK B pada 2026 setelah kegiatan perdana dilaksanakan pada Juli. Sebelum pemuatan berlangsung, para pihak membahas sejumlah aspek operasional, termasuk keberterimaan kapal tipe MR terhadap kondisi operasional Terminal Blang Lancang.

Berdasarkan siaran pers Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Kamis (24/9/2026), persoalan tersebut dikoordinasikan untuk memastikan kegiatan tetap memenuhi aspek keselamatan dan pengendalian risiko.

Pengawas Lifting BPMA, Muhammad Akmal, mengatakan keberterimaan kapal menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam persiapan kegiatan. PGE bersama PT Perta Arun Gas (PAG) kemudian melakukan risk assessment dan menetapkan langkah mitigasi berdasarkan hasil kajian tersebut.

“Dengan adanya hasil risk assessment dan mitigasi yang telah disiapkan oleh PGE dan PAG, aspek-aspek operasional yang berkaitan dengan keberterimaan kapal dapat dikendalikan selama pelaksanaan lifting. Koordinasi dengan pihak terminal dan kapal juga dilakukan secara intensif sehingga proses pemuatan dapat berjalan dengan aman dan selamat,” ujar Akmal.

Seluruh proses pemuatan akhirnya selesai dengan aman. Setelah loading rampung, MT Union Trust melakukan unmooring sebelum melanjutkan pelayaran.

BPMA dorong kesinambungan penyaluran

Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, menyebut lifting kedua tersebut penting untuk menjaga kesinambungan produksi dan penyaluran kondensat WK B. Menurut dia, pelaksanaan pengapalan setelah lifting perdana pada Juli menunjukkan bahwa penyaluran hasil produksi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Lifting kedua ini menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan penyaluran kondensat WK B. Dengan produksi yang telah kembali berjalan, tentunya kita perlu memastikan hasil produksi tersebut dapat disalurkan secara optimal melalui kegiatan lifting yang terencana dan aman,” kata Ibnu.

BPMA, lanjut Ibnu, akan melanjutkan pengawasan dan koordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) serta pihak terkait. Pengawasan mencakup aspek produksi, penyimpanan, terminal, dan pengangkutan kondensat agar setiap kegiatan lifting berjalan sesuai rencana dan tetap mengutamakan keselamatan operasi.

Deputi Operasi BPMA Muhammad Mulyawan menyampaikan apresiasi kepada PGE, PAG, PHE NSO, SKK Migas, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kesiapan teknis dan operasional, termasuk pembahasan awal, risk assessment, dan mitigasi, berperan penting dalam kelancaran pengapalan.

“BPMA mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga lifting kedua WK B tahun ini dapat terlaksana dengan aman dan selamat. Pembahasan teknis, risk assessment, serta mitigasi yang dilakukan sebelum kegiatan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh aspek operasi dapat dikendalikan,” ujar Mulyawan.

Dengan pengapalan tersebut, realisasi penyaluran kondensat WK B oleh PGE pada 2026 bertambah 86.000 barel. BPMA berharap kesinambungan lifting tetap terjaga agar produksi kondensat WK B dapat disalurkan secara optimal dan mendukung target lifting migas Aceh tahun ini.

Source link

Berita Lainnya

Berita Terbaru